Pemkab Jember Eksekusi Homecare, Siapkan Motor untuk Nakes

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga kesehatan menjalankan pelayanan Homecare di Kabupaten Jember, Rabu (12/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tenaga kesehatan menjalankan pelayanan Homecare di Kabupaten Jember, Rabu (12/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menjalankan program Homecare sebagai layanan kesehatan jemput bola bagi warga yang membutuhkan akses pelayanan medis langsung di rumah. Program tersebut menyasar kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses maupun kondisi kesehatan tertentu.

Bupati Jember Gus Fawait mengatakan pelaksanaan Homecare dilakukan karena kebutuhan kesehatan masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Menurut dia, penyempurnaan sistem tetap dapat dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan program di lapangan.

“Ketika tingkat pusat maupun perguruan tinggi masih mendalami formulasinya, Jember memilih untuk langsung bertindak di lapangan. Masalah kesehatan masyarakat adalah urusan mendesak yang membutuhkan kepastian, bukan penundaan,” tegas Gus Fawait.

Program Homecare menyasar lima kelompok prioritas. Mereka meliputi lansia tunggal, ibu hamil risiko tinggi, warga disabilitas dengan penyakit bawaan, balita yang terindikasi stunting, serta masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit kronis.

Tenaga kesehatan dan tim medis dikerahkan secara berkala, minimal satu kali dalam sebulan, untuk memantau kondisi warga yang masuk dalam sasaran program. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang menghadapi kendala dalam memperoleh layanan medis.

Pada kelompok lansia tunggal, pemantauan ditujukan kepada warga lanjut usia yang hidup tanpa pendampingan keluarga. Ibu hamil risiko tinggi dari kelompok kurang mampu juga mendapat perhatian melalui pemantauan kondisi kehamilan, termasuk bagi mereka yang terdeteksi memiliki komplikasi berdasarkan pemeriksaan USG dan dokter spesialis obgyn.

Homecare juga mencakup warga disabilitas dengan penyakit bawaan serta balita yang terindikasi stunting. Pemantauan tersebut diarahkan untuk mendukung akses kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pertumbuhan yang dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia Jember.

Kelompok kelima adalah masyarakat kurang mampu dengan penyakit kronis, seperti stroke, diabetes, hingga pasien yang menjalani cuci darah secara berkala. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian pasien menghadapi kendala finansial maupun akses menuju rumah sakit.

Untuk mendukung mobilitas pelayanan, Pemkab Jember telah menyediakan 50 unit mobil armada Homecare. Pemkab juga menyiapkan rencana penambahan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Kepala Puskesmas Sumberjambe, dr. Sukron Nanda Firmansyah, menyambut rencana tersebut. Ia menilai sepeda motor dinas dapat membantu tenaga kesehatan menjangkau permukiman dengan jalan sempit dan medan yang sulit.

“Kami sangat mendukung rencana tersebut karena pasti akan memudahkan mobilitas teman-teman nakes di lapangan, terutama untuk menjangkau pemukiman yang memang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” jelas dr. Sukron saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Menurut dr. Sukron, wilayah Sumberjambe pada sejumlah lokasi masih dapat dijangkau kendaraan roda empat. Namun, sepeda motor dinas dinilai akan memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan ketika harus masuk ke titik permukiman dengan akses terbatas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan jangkauan Homecare di Kabupaten Jember. Dengan armada yang disiapkan dan dukungan tenaga kesehatan, pelayanan diharapkan dapat menjangkau warga sesuai kelompok sasaran yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru