Pemkab Kendal Dukung Hak Penghayat Kepercayaan, Toleransi Jadi Prioritas, Bupati Tika

Selasa, 8 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan komitmen dalam merawat toleransi, keberagaman di daerahnya, khususnya para penghayat kepercayaan.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Kewaspadaan Dini bertema merawat kearifan lokal, Pada Selasa 8/7/2025.

“Merawat Kearifan Lokal dan Kebhinekaan Guna Menjaga Toleransi Penghayat Kepercayaan,”kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Tika itu mengajak masyarakat menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur peninggalan leluhur sebagai dasar hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Kearifan lokal adalah pondasi kita. Nenek moyang di tanah Jawa telah mewariskan nilai seperti guyub rukun, tepo seliro, dan seduluran selawase. Nilai-nilai ini terbukti mampu merajut kebersamaan dan mencegah perpecahan,” ujarnya.

Tika menilai, merawat kearifan lokal bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga menjadi cara efektif menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan keyakinan.

“Kita harus menjaganya karena di dalamnya terkandung kebijaksanaan untuk saling menghargai, menghormati, dan hidup berdampingan, tanpa memandang perbedaan keyakinan,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Tika bahwa negara menjamin hak setiap warga negara, termasuk para penghayat kepercayaan, untuk menjalankan keyakinannya.

“Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan hak-hak itu terlindungi. Mari kita semua menjadi agen perdamaian dan persatuan,” serunya.

Bupati juga berharap sosialisasi ini bisa membuka pemahaman publik tentang keberadaan penghayat kepercayaan dan pentingnya menjaga kerukunan.

“Tingkatkan pemahaman, eratkan silaturahmi, dan jaga kerukunan antarumat beragama dan penghayat kepercayaan di Kabupaten Kendal. Kendal harus jadi rumah yang damai bagi semua,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Lila Nasution, yang juga Ketua Tim Pengawas Aliran Kepercayaan di Kendal, mengungkapkan saat ini terdapat enam aliran kepercayaan di wilayahnya dengan total pengikut sekitar 600 orang.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pembinaan agar mereka bisa menjalankan kepercayaan dengan aman dan damai,” jelas Lila.

Suhermanto, Penasehat Ilmu Kasedan Jati di Kendal, menyambut positif kegiatan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap eksistensi mereka.

“Kegiatan ini sangat baik. Kami merasa diakui, bahwa kami juga memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti warga lainnya,” ucapnya.

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru