MADIUN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Madiun menginisiasi Forum Diskusi Peduli Pendidikan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (20/9/2025). Forum ini mempertemukan tokoh pendidikan dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk anggota DPRD Provinsi Jatim, Dr. Rasiyo, untuk membicarakan arah kebijakan, tantangan, sekaligus peluang pengembangan pendidikan.
Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak boleh dipandang sebatas urusan sekolah, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa. Ia memaparkan langkah konkret yang telah ditempuh pemerintah daerah, mulai dari digitalisasi layanan pendidikan, pemberian bantuan biaya sekolah, hingga penyediaan beasiswa untuk siswa berprestasi.
“Anak boleh pintar, tapi karakter dan sopan santun tidak boleh ditinggalkan. Pendidikan karakter harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Maidi di hadapan peserta forum.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari kemampuan membangun kepribadian yang baik. Karena itu, kebijakan di Kota Madiun selalu diarahkan pada penguatan aspek akademis sekaligus pembentukan karakter siswa.
Dalam kesempatan yang sama, Maidi juga menyinggung pentingnya pendidikan lingkungan hidup. Kota Madiun, kata dia, baru saja dinobatkan sebagai daerah dengan kualitas udara terbersih kedua di Jawa Timur.
“Kami mendorong warga untuk aktif menanam pohon. Madiun harus jadi kota yang sehat, nyaman, dan membuat orang betah,” tambahnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan akan berdampak langsung pada pola hidup sehat generasi muda. Dengan begitu, pendidikan di sekolah bisa terhubung dengan praktik nyata di kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Rasiyo, mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh Pemkot Madiun. Ia menyebut Madiun cukup progresif dalam membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada masyarakat.
Namun, ia juga menitipkan pesan khusus kepada para pemimpin dan pejabat publik agar bijak dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat.
“Lebih baik diam daripada berkata yang keliru,” ujarnya.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Madiun berharap dapat terbangun sinergi antara pemerintah, tokoh pendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan zaman.
“Kami ingin Madiun menjadi contoh kota yang peduli pendidikan, peduli karakter, sekaligus peduli lingkungan. Inilah warisan yang ingin kita tinggalkan untuk generasi mendatang,” pungkas Maidi.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar