Pemkot Mataram Perjuangkan Bantuan MRI ke Kemenkes, Pasien Masih Dirujuk ke Luar Daerah

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memperjuangkan bantuan mesin MRI untuk RSUD H. Moh. Ruslan melalui Kementerian Kesehatan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memperjuangkan bantuan mesin MRI untuk RSUD H. Moh. Ruslan melalui Kementerian Kesehatan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Mataram terus mengupayakan peningkatan layanan kesehatan dengan mengajukan bantuan pengadaan mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah tersebut dilakukan setelah mesin MRI milik RSUD H. Moh. Ruslan mengalami kerusakan permanen akibat usia pakai, sehingga pasien yang membutuhkan pemeriksaan masih harus dirujuk ke rumah sakit lain, termasuk hingga ke Bali.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menegaskan keberadaan mesin MRI merupakan fasilitas penting yang wajib dimiliki rumah sakit rujukan. Menurutnya, alat tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang penegakan diagnosis sehingga keberadaannya tidak dapat digantikan oleh pemeriksaan lain.

“Kami berharap usulan tersebut mendapat perhatian sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan MRI dapat segera terpenuhi. Rumah sakit rujukan tentu harus memiliki fasilitas yang lengkap agar pelayanan kesehatan berjalan optimal,” ujar Mohan.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota Mataram telah menerima laporan mengenai kerusakan alat tersebut dan langsung memprioritaskan upaya menghadirkan kembali layanan MRI. Manajemen RSUD H. Moh. Ruslan pun telah menyampaikan proposal resmi kepada Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar memperoleh bantuan pengadaan mesin baru.

Kerusakan alat diagnostik tersebut berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Selama beberapa bulan terakhir, pasien yang membutuhkan pemeriksaan MRI tidak dapat dilayani di RSUD H. Moh. Ruslan sehingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan kondisi tersebut semakin berat karena mesin MRI di RSUD Provinsi NTB yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan juga mengalami gangguan operasional.

“Akibatnya, pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, termasuk ke Bali. Situasi ini memperpanjang waktu pelayanan sekaligus menambah beban biaya dan mobilitas pasien beserta keluarganya,” jelas Eka.

Menurutnya, pengadaan mesin MRI baru masih menjadi tantangan karena membutuhkan investasi yang sangat besar. Harga satu unit alat diperkirakan mencapai sekitar Rp35 miliar, bergantung pada spesifikasi dan teknologi yang digunakan.

Ia menambahkan, skema pembiayaan layanan MRI dalam program BPJS Kesehatan masih menjadi bagian dari paket pelayanan rumah sakit sehingga belum mampu menutup investasi pengadaan alat. Kondisi tersebut membuat dukungan pemerintah pusat menjadi solusi yang paling memungkinkan agar RSUD H. Moh. Ruslan kembali memiliki fasilitas MRI yang memadai.

Saat ini, Pemerintah Kota Mataram masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan RI terhadap proposal yang telah diajukan. Pemkot berharap bantuan pengadaan mesin MRI dapat segera terealisasi sehingga pelayanan diagnostik kembali berjalan normal dan masyarakat tidak lagi harus menjalani pemeriksaan hingga ke luar Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Dengan tersedianya kembali layanan MRI, masyarakat diharapkan memperoleh akses pemeriksaan yang lebih cepat, efektif, dan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” tutupnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru