JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Pernyataan Direktur SMRC, Saiful Mujani, memicu polemik di ruang publik usai dinilai tendensius dan berpotensi menggoyang stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kritik keras datang dari Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S), Jerry Massie.
Pernyataan yang disampaikan dalam forum halal bihalal itu dinilai bukan sekadar kritik, melainkan mengandung narasi politik yang berisiko memperkeruh situasi nasional.
Jerry Massie menilai pernyataan tersebut sarat muatan politis dan tidak proporsional. Ia menyebut narasi yang dilontarkan cenderung bombastis dan berpotensi memicu persepsi negatif terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.
Menurutnya, dinamika ini tidak bisa dipandang sebagai kritik biasa. Ia menduga ada pola sistematis dalam membangun opini publik yang berujung pada pelemahan legitimasi pemerintah.
Jerry juga menyoroti kemungkinan munculnya kembali isu-isu sensitif yang dapat memperkeruh kondisi politik. Sejumlah isu seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), peristiwa gugurnya prajurit TNI di Lebanon, hingga dinamika politik masa lalu dinilai berpotensi kembali diangkat ke permukaan.
Selain itu, ia menilai sejumlah capaian pemerintah, khususnya dalam diplomasi ekonomi, kerap luput dari perhatian publik. Padahal, investasi besar dari berbagai negara dinilai menjadi indikator penting kinerja pemerintah.
“Saya kira pernyataan itu sangat irasional. Ini bukan sekadar kritik, tapi ada upaya menjatuhkan pemerintahan,” ujar Jerry Massie, Minggu (5/4/2026).
Ia menambahkan, narasi yang berkembang saat ini berpotensi membangun opini negatif secara masif. “Kata-katanya bombastis dan tendensius. Ini bisa menjadi bagian dari upaya mengembosi pemerintah,” tegasnya.
Jerry juga menyoroti pelaksanaan program MBG yang dinilai belum optimal di lapangan. “Programnya baik, tapi implementasi di bawah masih bermasalah, bahkan muncul laporan kasus keracunan,” ungkapnya.
Polemik ini dinilai berpotensi memicu ketidakstabilan politik jika tidak dikelola dengan baik. Narasi yang berkembang di ruang publik dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Di sisi lain, munculnya isu impeachment dan makar yang kembali diperbincangkan dikhawatirkan memperkeruh situasi politik nasional. Pengamat menilai, diperlukan klarifikasi dan komunikasi publik yang lebih efektif untuk menjaga stabilitas.
Jerry mengingatkan agar berbagai narasi yang berkembang tidak menjadi alat untuk memecah belah publik. “Pernyataan seperti ini berbahaya jika tidak diluruskan. Publik harus mendapatkan informasi yang berimbang,” pungkasnya.
Penulis : Jr
Editor : Zainul Arifin


















Komentar