Perempuan 60 Tahun Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Turi Lamongan

Minggu, 14 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polsek Turi bersama warga saat proses evakuasi korban meninggal dunia di saluran irigasi Dusun Galang, Desa Sukoanyar, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Polsek Turi bersama warga saat proses evakuasi korban meninggal dunia di saluran irigasi Dusun Galang, Desa Sukoanyar, Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia (MD)  akibat tenggelam di saluran irigasi pertanian di Dusun Galang, Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi,  Lamongan, Minggu (14/12/2025) pagi. Peristiwa ini menambah daftar kejadian fatal di saluran irigasi yang masih minim pengaman di wilayah pedesaan.

Korban diketahui bernama Sutik (60), warga setempat. Ia ditemukan dalam posisi telungkup di tepi aliran irigasi sekitar pukul 07.55 WIB oleh tetangganya, Fahim Fattakhul Rozaq, saat itu hendak berangkat ke sawah.

“Saksi melihat korban sudah dalam kondisi tidak bergerak di tepi saluran irigasi. Setelah itu saksi segera menghubungi warga dan Polsek Turi,” ujar Kapolsek Turi AKP Suroto, SH, MH, saat dikonfirmasi.

Petugas piket Polsek Turi menerima laporan warga sekitar pukul 08.00 WIB dan segera mendatangi lokasi kejadian. Saluran irigasi tempat korban ditemukan memiliki panjang sekitar 100 meter, lebar 2,5 meter, dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter, serta berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban.

AKP Suroto menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, korban dievakuasi ke rumah duka. Pemeriksaan luar oleh tenaga kesehatan Puskesmas Turi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan unsur kekerasan. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit menahun, termasuk gangguan jantung dan rutin menjalani cuci darah. Kondisi kesehatan tersebut diduga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap insiden ini.

Polisi telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pelaporan berjenjang ke pimpinan. Sejumlah unsur turut hadir di lokasi, termasuk jajaran Polsek Turi, Koramil Turi, tenaga kesehatan, serta perangkat Desa Sukoanyar.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru