Pernikahan Dini di Jember Jadi Sorotan, Gus Fawait Siapkan Langkah Baru

Rabu, 15 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat diskusi Sekolah Berdaya di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat diskusi Sekolah Berdaya di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat langkah pencegahan pernikahan dini melalui program Sekolah Berdaya yang dibahas dalam diskusi panel di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026). Program ini digagas sebagai strategi kolaboratif yang melibatkan sekolah, keluarga, akademisi, hingga organisasi masyarakat.

Bupati Jember H. Mohammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan, persoalan pernikahan dini tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Menurutnya, penguatan pendidikan dan peran keluarga menjadi kunci utama untuk menekan kasus yang masih menjadi tantangan sosial di sejumlah wilayah.

Dalam forum tersebut, Gus Fawait menjelaskan bahwa pendidikan harus dipahami secara luas, tidak hanya sebatas ruang kelas. Sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun kesadaran anak dan remaja mengenai masa depan mereka.

Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah proyek percontohan atau pilot project yang akan diterapkan sesuai karakteristik wilayah. Model intervensi akan dibedakan antara kawasan perkotaan, pedesaan, dan pesisir agar kebijakan lebih tepat sasaran.

Langkah itu diambil karena pernikahan dini dinilai memiliki dampak berlapis, mulai dari putus sekolah, kerentanan ekonomi keluarga, hingga risiko kesehatan ibu dan anak. Pemerintah daerah juga menyoroti keterkaitan praktik pernikahan anak dengan potensi stunting pada generasi berikutnya.

“Pendidikan tidak bisa hanya diselesaikan oleh Bupati atau Kepala Dinas saja, tetapi perlu kerja sama yang baik antara semua pihak, termasuk peran penting dari keluarga,” ujar Gus Fawait.

Akademisi Universitas Indonesia, Najelaa Shihab, mengapresiasi pendekatan Pemkab Jember yang melibatkan banyak pihak. Ia menilai upaya tersebut menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam menjadikan pendidikan sebagai solusi masalah sosial.

Ketua TP PKK Jember, Ning Ghyta Puspita, menambahkan bahwa edukasi keluarga menjadi benteng utama pencegahan pernikahan dini. “Kami ingin masyarakat memahami cara mencintai dan mengasuh anak yang lebih baik,” katanya.

Program Sekolah Berdaya diharapkan mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa pernikahan dini bukan sekadar urusan keluarga, melainkan persoalan pembangunan daerah. Jika angka kasus turun, maka kualitas pendidikan, kesehatan anak, dan kesejahteraan keluarga berpotensi meningkat.

Selain itu, model kolaborasi lintas sektor yang diterapkan Jember dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani persoalan serupa secara terintegrasi.

Pemkab Jember optimistis sinergi antara pemerintah, sekolah, akademisi, dan masyarakat akan memperkuat perlindungan generasi muda. Melalui program ini, pencegahan pernikahan dini diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru