SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Semangat melestarikan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46. Melalui ajang Pesona Wastra Sidoarjo 2026, Dekranasda Kabupaten Sidoarjo menghadirkan panggung bagi para perajin, pelaku UMKM, dan generasi muda untuk menunjukkan kekayaan wastra khas daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Juni 2026 di Pendopo Kabupaten Sidoarjo itu resmi dibuka Ketua Dekranasda Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi batik, bordir, hingga produk kerajinan unggulan Sidoarjo agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Sriatun menegaskan bahwa selama 46 tahun Dekranas telah menjadi wadah pembinaan, pengembangan, sekaligus promosi berbagai produk kerajinan Indonesia yang sarat nilai budaya, kreativitas, dan inovasi.
Menurutnya, tema “Pesona Wastra” bukan sekadar mengangkat kain tradisional sebagai produk sandang, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Dalam batik dan bordir khas Sidoarjo terkandung doa, nilai, filosofi sejarah, seni, sekaligus identitas budaya masyarakat. Karena itu, kita harus bangga terhadap karya para perajin lokal yang terus berinovasi,” ujar Sriatun.
Ia menegaskan, Dekranasda Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mendampingi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM melalui berbagai program pembinaan, promosi, hingga perluasan akses pasar.
“Kami akan terus membuka peluang seluas-luasnya agar produk UMKM Sidoarjo semakin berkualitas, dicintai masyarakat Indonesia, bahkan mampu bersaing di tingkat regional hingga internasional,” tegasnya.
Tak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, Pesona Wastra Sidoarjo 2026 juga dirancang sebagai ruang edukasi bagi generasi muda. Berbagai lomba digelar, mulai dari Lomba Mewarnai “Sidoarjo Kreatif”, Lomba Cilik Berkain Nusantara, hingga Lomba Busana Putri Jenggolo yang melibatkan para istri kepala desa.
Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda berharap kecintaan terhadap pakaian adat, batik, dan wastra Nusantara dapat tumbuh sejak usia dini sehingga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Kami juga ingin setiap desa mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya khasnya masing-masing,” tambah Sriatun.
Pesona Wastra Sidoarjo juga mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintah. Jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, direktur BUMD dan BLUD, serta instansi vertikal turut berpartisipasi dalam Pesona Budaya Kecamatan dan Parade Wastra Pinilih.
Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bukti kuat bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen bersama dalam mengangkat produk-produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Seluruh jajaran birokrasi Sidoarjo harus menjadi garda terdepan dalam mendukung, membeli, dan menggunakan produk lokal,” pungkasnya.
Usai membuka acara, Sriatun bersama Ketua Pelaksana Harian Dekranasda Kabupaten Sidoarjo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sidoarjo, serta jajaran pengurus meninjau lomba mewarnai sekaligus mengunjungi stan-stan pameran UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan mulai dari batik, bordir, kerajinan tangan, hingga aneka produk kreatif khas Sidoarjo.
Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas desainer, dan masyarakat, Pesona Wastra Sidoarjo 2026 diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya sekaligus mengukuhkan Sidoarjo sebagai salah satu pusat wastra dan kerajinan unggulan di Indonesia.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar