PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Pasuruan tak berhenti pada seremoni. Ratusan kader PKK mengikuti talkshow kesehatan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Selasa (21/4/2026), dengan fokus pada isu krusial: kesehatan ibu hamil sebagai kunci menekan stunting dan meningkatkan kualitas generasi.
Kegiatan yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan ini menjadi respons atas tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Edukasi langsung kepada kader dinilai penting karena mereka berada di garda terdepan dalam pendampingan masyarakat.
Sebelum talkshow, acara diawali parade busana Kartini modern yang diikuti pengurus PKK kabupaten hingga 24 kecamatan. Namun, substansi utama kegiatan terletak pada diskusi kesehatan yang menghadirkan tenaga profesional.
Ketua Panitia, dr Tri Dinar Herturini, menegaskan bahwa pemilihan tema kesehatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, masih banyak ibu hamil yang belum rutin memeriksakan kehamilan atau memahami pentingnya gizi seimbang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran tentang pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan nutrisi, serta pencegahan stunting,” ujarnya.
Talkshow menghadirkan dua narasumber, yakni psikoterapis Aniqq Al Faqiroh dan dokter spesialis kandungan dr Sofiana Indrayanti. Keduanya menyoroti pentingnya kesehatan fisik dan mental ibu hamil sebagai fondasi tumbuh kembang anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, drg Merita Rusdi Sutejo, menilai momentum Hari Kartini harus dimaknai sebagai penguatan peran perempuan dalam pembangunan kesehatan.
“Kesehatan ibu hamil adalah fondasi utama menciptakan generasi sehat dan berkualitas. Ini bukan sekadar isu keluarga, tetapi masa depan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif PKK dalam edukasi dan pendampingan ibu hamil terbukti berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB). Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Dampaknya bagi masyarakat cukup signifikan. Dengan meningkatnya pemahaman kader dan ibu hamil, risiko komplikasi kehamilan dapat ditekan, kualitas gizi keluarga meningkat, dan potensi stunting bisa dicegah sejak dini.
Merita juga mengajak sinergi lintas sektor agar edukasi tidak berhenti di forum, tetapi berlanjut dalam praktik di lapangan.
“Perempuan hari ini harus menjadi agen perubahan. Dari ibu yang sehat, lahir generasi unggul,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, panitia memberikan apresiasi kepada peserta terbaik serta doorprize sebagai bentuk motivasi partisipasi aktif.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








