Polda Jateng Tangkap Enam Oknum Ormas di Semarang dan Blora

Kamis, 22 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polda Jateng gelar konferensi pers pengungkapan kasus penipuan dan pengrusakan oleh oknum ormas. (IST)

Petugas Polda Jateng gelar konferensi pers pengungkapan kasus penipuan dan pengrusakan oleh oknum ormas. (IST)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan enam orang oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat dalam dua kasus tindak kriminal berbeda di wilayah Kabupaten Blora dan Kota Semarang.

Penangkapan keenam pelaku tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Jateng, Kamis (22/5/2025).

Kasus pertama menjerat Ketua Ormas Pemuda Pancasila Blora berinisial MJ alias Mbah Mun (44) bersama istrinya WH (45), keduanya warga Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Keduanya ditangkap karena diduga menipu korban berinisial WA, warga Kecamatan Kradenan, Blora, dalam kerja sama pengadaan solar industri fiktif hingga menyebabkan kerugian sebesar Rp333 juta.

“Modus yang digunakan adalah menawarkan kerja sama usaha pengadaan solar industri. Namun ternyata seluruh aktivitas tersebut fiktif, dan surat-surat kerja sama yang dipakai adalah palsu,” ungkap Kombes Dwi Subagio.

Ditambahkan, perusahaan yang disebutkan dalam surat perjanjian ternyata telah tidak beroperasi sejak tahun 2022. Polisi menyebut MJ merupakan residivis kasus penadahan, sementara WH pernah terlibat kasus penggelapan.

“Keduanya sudah kami tahan dan akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,” jelasnya.

Kasus kedua melibatkan empat anggota ormas GRIB JAYA, masing-masing berinisial KA alias Anton (41), DW alias Tebo (45), JYO alias Ambon (42), dan HY (40). Mereka ditangkap karena diduga merusak pagar seng milik PT KAI dan mencuri material logam dari kompleks bangunan eks rumah dinas PT KAI di kawasan Gergaji, Kota Semarang.

“Pengrusakan dan pencurian ini dilakukan pada Desember 2024. Keempat pelaku mengaku melakukannya atas perintah seseorang berinisial E yang hingga kini masih dalam pencarian,” ujar Dwi.

Diketahui, E merupakan anak dari mantan penghuni rumah dinas tersebut dan memberi upah masing-masing Rp1,7 juta kepada para pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Sebagai barang bukti, kami menyita sertifikat hak milik dan dokumen putusan pengadilan yang menegaskan bahwa kompleks tersebut sah milik PT KAI,” tambahnya.

Terhadap keempat tersangka, polisi menjerat dengan Pasal 170 KUHP jo Pasal 55 dan/atau 56 KUHP, serta Pasal 363 KUHP jo Pasal 55 dan/atau 56 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 7 tahun.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Candi 2025 yang bertujuan menekan angka kriminalitas, khususnya yang berkaitan dengan praktik premanisme dan kejahatan jalanan.

“Selama sembilan hari pelaksanaan operasi, kami telah mengungkap 184 kasus premanisme dan mengamankan 290 orang pelaku,” terang Artanto.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika menemukan praktik-praktik premanisme, seperti pemerasan, penipuan, penggelapan, penganiayaan, atau intimidasi di lingkungan mereka.

“Polri akan menindak tegas semua bentuk pelanggaran hukum. Jangan takut, laporkan,” pungkasnya.

Penulis : OKI

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru