Polres Bantul Tangkap Empat Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Pemuda di Kasihan

Rabu, 25 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Curi Motor, Pemuda di Bantul Tewas Dikeroyok Tetangga. Empat Pelaku Ditangkap Polisi | Dok Foto /Ho RadarBangsa

Diduga Curi Motor, Pemuda di Bantul Tewas Dikeroyok Tetangga. Empat Pelaku Ditangkap Polisi | Dok Foto /Ho RadarBangsa

BANTUL, RadarBangsa.co.id – Jajaran Polres Bantul berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan Wahyu Adi Setiawan (24), warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Korban meregang nyawa setelah dikeroyok sejumlah orang yang menuduhnya mencuri sepeda motor milik tetangganya.

Kasus ini mencuat setelah ayah korban melapor ke polisi usai mendapati anaknya dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, pada Senin (19/5/2025). Beberapa hari kemudian, korban meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

“Selanjutnya pelapor mendapatkan informasi berupa video. Dalam video tersebut terlihat anaknya dikeroyok oleh beberapa orang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza, dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, Rabu (25/6/2025).

Berdasarkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku. Tidak lama kemudian, empat tersangka berhasil diamankan di rumah masing-masing. Keempatnya diketahui masih bertetangga dengan korban.

“Mereka adalah AW (31), NP (29), AFS (20), dan DAK (20), seluruhnya warga Kasihan, Bantul,” kata AKP Mirza.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mencurigai Wahyu mencuri motor milik NP. Salah satu pelaku kemudian menjemput korban dan mengajaknya ke sekitar makam Sutopadan untuk minum minuman keras.

“Ketika sedang minum, AW menanyai Wahyu apakah benar mencuri motor milik NP. Korban pun mengakui perbuatannya,” ujar Mirza.

Pengakuan itu memicu kemarahan para pelaku yang langsung menganiaya Wahyu secara brutal. Korban dipukul dan ditendang hingga pingsan, lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama hingga menyebabkan kematian.

“Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” tegas AKP Mirza.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru