Polres Pasuruan dan Bapanas Sidak Pasar Bangil Jelang Ramadhan, Harga Cabai Naik

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satgas Pangan Polres Pasuruan sidak harga bapokting di Pasar Bangil, Sabtu (14/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Satgas Pangan Polres Pasuruan sidak harga bapokting di Pasar Bangil, Sabtu (14/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas RI) dan dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bangil, Sabtu (14/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadhan.

Sidak dipimpin Kanit II Tindak Pidana Ekonomi Ipda Eko Hadi Saputro dengan menyisir sejumlah kios beras, daging, minyak goreng, bawang, dan cabai. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai.

Ipda Eko menjelaskan, cabai rawit merah naik dari Rp64.500 menjadi Rp68.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dari Rp38.500 menjadi Rp40.000, cabai merah besar dari Rp26.500 menjadi Rp27.000, bawang merah dari Rp34.500 menjadi Rp35.000, serta kacang hijau dari Rp22.000 menjadi Rp23.000 per kilogram.

“Komoditas lain relatif stabil dan masih sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujarnya.

Selain memantau harga, petugas memastikan stok beras, daging sapi, daging ayam, dan minyak goreng dalam kondisi aman. Tidak ditemukan praktik penimbunan maupun pelanggaran distribusi.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah selaku Kasatgas Pangan melalui Ipda Eko menegaskan pengawasan akan dilakukan berkala untuk mengantisipasi lonjakan harga. Pihaknya juga mengimbau distributor dan pedagang menjaga pasokan agar tidak terjadi gejolak pasar.

Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca. Curah hujan tinggi di Pasuruan dan daerah sentra produksi berdampak pada kualitas panen sehingga hasil berkurang dan lebih cepat rusak.

“Tingginya curah hujan memengaruhi kualitas cabai dan distribusi. Ini yang perlu kita antisipasi bersama agar harga tetap terkendali,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Berita Terbaru