PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Bangil, Jumat (6/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok aman serta mencegah lonjakan harga menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Sidak dipimpin jajaran Satreskrim Polres Pasuruan dengan melibatkan pengelola pasar dan para pedagang. Fokus pengawasan mencakup 14 komoditas strategis, mulai dari beras, gula, minyak goreng, hingga cabai dan daging.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah melalui Kanit yang tergabung dalam Satgas Pangan, Ipda Eko Hadi Saputro, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik penimbunan maupun permainan harga.
“Menjelang puasa jangan ada yang menghambat distribusi atau memainkan harga. Empat belas bahan pokok penting kami awasi ketat. Jika ada pelanggaran, Satgas Pangan tidak akan segan bertindak,” tegas Ipda Eko di sela sidak.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok bapokting di Pasar Bangil terpantau aman dengan harga relatif stabil. Beras premium dijual Rp14.400 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, dan beras SPHP Bulog Rp12.200 per kilogram. Sementara gula pasir berada di kisaran Rp17.000 per kilogram.
Untuk komoditas lain, Minyak Kita tercatat Rp15.700 per liter, minyak goreng premium Rp20.500 per liter, daging sapi Rp107.000 per kilogram, ayam ras Rp35.000 per kilogram, serta telur ayam Rp27.000 per kilogram. Bawang putih dijual Rp32.000 per kilogram.
Adapun komoditas hortikultura menunjukkan variasi harga. Cabai rawit merah Rp47.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp28.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp23.500 per kilogram. Ikan bandeng dan tongkol masing-masing Rp32.000 per kilogram.
Ipda Eko mengingatkan adanya potensi kenaikan harga cabai rawit merah akibat faktor cuaca. Curah hujan tinggi disebut berdampak pada kualitas panen dan pasokan di tingkat distributor.
Sebagai langkah antisipasi, Satgas Pangan telah mendata pemasok serta memantau jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan logistik yang bisa memicu gejolak harga.
“Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin








