SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 950 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Sidoarjo. Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 digelar Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait pada Kamis (12/3/2026) sebagai tanda dimulainya pengamanan.
Personel yang diterjunkan terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, hingga relawan dari sejumlah instansi pendukung. Apel gelar pasukan bertujuan memastikan kesiapan personel, kendaraan operasional, dan sarana pendukung sebelum puncak arus mudik.
Kapolresta Sidoarjo Christian Tobing menegaskan, “Melalui apel ini kami memastikan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta sistem pengamanan yang akan digunakan selama pengamanan Lebaran. Dengan tagline *Mudik Aman, Keluarga Bahagia*, kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lancar dan selamat.”
Operasi Ketupat Semeru merupakan bagian dari agenda tahunan kepolisian yang digelar serentak di berbagai daerah menjelang Idul Fitri. Fokus pengamanan meliputi kelancaran lalu lintas, pencegahan kecelakaan, pengamanan pusat keramaian, hingga menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) terpadu akan mulai beroperasi pada 13 hingga 25 Maret 2026 di jalur strategis dan titik rawan kepadatan.
“Masyarakat dapat memanfaatkan Pos Pam maupun Pos Yan kami untuk beristirahat, mengecek kesehatan, mendapatkan informasi perjalanan maupun layanan kepolisian lainnya,” ujar Kapolresta.
Petugas juga meningkatkan patroli di tempat wisata, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, dan permukiman yang ditinggalkan pemudik untuk mencegah tindak kriminalitas. Masyarakat diimbau tetap waspada, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga barang berharga. Layanan darurat kepolisian melalui call center 110 tersedia 24 jam.
Pengamanan ini menjadi krusial mengingat lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan selama mudik dan arus balik Lebaran. Kehadiran ribuan personel gabungan tidak hanya menjamin keselamatan perjalanan, tetapi juga menjaga ketertiban masyarakat dan mencegah potensi kriminalitas.
Selain itu, kesiapan pos pelayanan dan fasilitas kesehatan menambah rasa aman bagi pemudik, sekaligus memberikan kemudahan akses informasi dan bantuan darurat.
Kapolresta menegaskan kembali pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan mudik yang aman. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas kamtibmas, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga barang berharga selama perjalanan,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar