Polsek Tikung Amankan Pagelaran Wayang Kulit Sedekah Bumi di Lamongan

Jumat, 22 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polsek Tikung bersama warga melakukan pengamanan pagelaran wayang kulit dalam rangka tradisi sedekah bumi di Dusun Lenjer, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Lamongan, Kamis (21/8/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Polsek Tikung bersama warga melakukan pengamanan pagelaran wayang kulit dalam rangka tradisi sedekah bumi di Dusun Lenjer, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Lamongan, Kamis (21/8/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pagelaran kesenian wayang kulit dalam rangka tradisi sedekah bumi di Dusun Lenjer, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, berjalan aman dan lancar. Acara yang digelar Kamis (21/8/2025) malam mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB itu mendapat pengamanan langsung dari jajaran Polsek Tikung.

Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo, melalui Aipda Fathurozy, mengatakan pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Hal ini untuk memastikan jalannya tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat tanpa gangguan.

“Kami menurunkan personel untuk mengamankan jalannya kegiatan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat mengikuti tradisi sedekah bumi,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan pihak tuan rumah serta tamu undangan. Polisi meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga ketertiban selama acara. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi juga menjadi kewajiban bersama,” tambahnya.

Dalam pengamanan kali ini, pihak kepolisian memastikan tidak ada indikasi gesekan antarwarga maupun keterlibatan perguruan silat yang berpotensi menimbulkan kerawanan. “Alhamdulillah, situasi tetap kondusif hingga acara selesai,” tegas Fathurozy.

Sementara itu, Briptu Dwi Bai yang turut mengawal jalannya acara menegaskan bahwa pengamanan serupa akan terus dilakukan dalam setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang melibatkan massa cukup banyak. “Tradisi seperti sedekah bumi adalah bagian dari budaya kita. Tugas kami memastikan kegiatan berjalan aman tanpa gangguan,” tutupnya.

Sedekah bumi sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Lamongan yang digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan rezeki yang diterima. Pagelaran wayang kulit menjadi salah satu puncak acara yang selalu dinantikan warga karena sarat nilai budaya sekaligus hiburan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru