PPPK Banyuwangi Akhirnya Punya Jaminan Hari Tua

Minggu, 28 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menandatangani MoU dengan PT Taspen untuk jaminan hari tua PPPK, Minggu (28/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menandatangani MoU dengan PT Taspen untuk jaminan hari tua PPPK, Minggu (28/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah strategis untuk memperkuat perlindungan kesejahteraan aparatur sipil negara. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Asuransi Jiwa Taspen (Persero) guna menghadirkan jaminan hari tua bagi ASN, terutama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini belum memiliki skema pensiun.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung bersamaan dengan penyerahan 4.888 Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Minggu (28/12/2025). Momentum ini menandai babak baru kebijakan ketenagakerjaan di Banyuwangi yang lebih berorientasi pada perlindungan jangka panjang pegawai.

Bupati Ipuk menegaskan, MoU dengan Taspen merupakan bentuk kehadiran negara melalui pemerintah daerah untuk menjawab kerentanan masa depan PPPK. “Ini bagian dari ikhtiar kami untuk menjamin masa pensiun seluruh PPPK Banyuwangi, termasuk PPPK paruh waktu. Kolaborasi ini memastikan perlindungan sosial dan jaminan hari tua yang selama ini belum mereka miliki,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek kesejahteraan personal, tetapi juga berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan publik. “Ketika ASN merasa aman dan tenang karena masa tuanya terlindungi, kinerja dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” katanya.

Branch Manager PT Taspen Cabang Jember, Muhammad Aldian, menjelaskan bahwa secara regulasi PPPK belum memperoleh jaminan hari tua seperti PNS. Melalui kerja sama ini, PPPK Banyuwangi dapat mengakses skema investasi jangka panjang. “Saat memasuki purna tugas, PPPK dapat memilih pencairan dana sekaligus atau bulanan menyerupai pensiun PNS,” jelas Aldian.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Banyuwangi Ilzam Nuzuli menyebut premi akan dipotong langsung dari gaji PPPK sebesar 4,75 persen setiap bulan. Skema ini dinilai efektif karena menjamin kesinambungan pembayaran tanpa membebani administrasi pegawai.

Saat ini, total ASN di Banyuwangi mencapai 15.411 orang, terdiri dari 6.218 PNS, 4.305 PPPK, dan 4.888 PPPK Paruh Waktu. Kebijakan ini diharapkan menjadi model nasional dalam memperluas jaminan sosial ASN non-PNS.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru