Prabowo Dicintai Kaum Buruh

- Redaksi

Minggu, 4 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo disambut meriah oleh massa buruh di Monas saat peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025 (IST)

Presiden Prabowo disambut meriah oleh massa buruh di Monas saat peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025 (IST)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (1/5/2025), diwarnai antusiasme tinggi dari puluhan ribu buruh yang hadir. Momen ini sekaligus menjadi ajang unjuk kedekatan antara kaum buruh dan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo hadir langsung dalam perayaan akbar tersebut. Ia bahkan disambut riuh saat melepaskan bajunya dan melemparkannya ke arah massa buruh yang memenuhi lapangan Monas. Aksi simbolik itu disambut sorak-sorai dari peserta aksi yang berasal dari berbagai serikat pekerja dan konfederasi buruh.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan buruh. Ia menyampaikan akan menindaklanjuti sejumlah tuntutan yang disampaikan kalangan pekerja, termasuk rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK Nasional, pembekuan sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja, hingga penindakan terhadap perusahaan yang menahan ijazah buruh.

“Negara harus hadir untuk membela rakyat kecil. Kita akan bentuk Satgas PHK dan hentikan praktik-praktik yang tidak manusiawi seperti penahanan ijazah,” ujar Prabowo di hadapan massa.

Enam tuntutan utama buruh disampaikan dalam acara tersebut, mulai dari penghentian praktik outsourcing, pengendalian harga bahan pokok, hingga penolakan terhadap perampasan aset rakyat.

Presiden Prabowo juga mengungkap rencananya untuk mengusulkan Marsinah—aktivis buruh yang tewas dalam memperjuangkan hak-hak pekerja pada era Orde Baru—sebagai pahlawan nasional. Gagasan ini disambut positif oleh sejumlah tokoh serikat buruh sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.

Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahannya tengah mengkaji kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada pekerja, termasuk potensi pengurangan pajak penghasilan bagi buruh berpenghasilan rendah. Ia juga menegaskan komitmennya dalam menjaga industri dalam negeri, termasuk kebijakan pelarangan impor barang bekas dan barang palsu yang dapat merugikan sektor industri dan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Acara May Day kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling meriah dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi sorotan, mengingat ia adalah presiden kedua setelah Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir langsung dalam peringatan Hari Buruh di tingkat nasional.

Presiden juga menyinggung rencana pengangkatan calon ASN dan PPPK yang akan dilaksanakan pada Oktober 2025, sebagai bentuk nyata pemerintah dalam membuka lapangan kerja baru.

“Presiden hadir langsung bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga membawa pesan keberpihakan pada buruh,” kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang turut hadir dalam acara tersebut.

Hari Buruh 2025 menjadi penanda baru hubungan antara negara dan kaum buruh—lebih dekat, lebih mendengar, dan diharapkan lebih berpihak.

Lainnya:

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru