PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar pelatihan tanggap darurat bagi anggota Satlinmas dan Ketua RW di Kecamatan Mayangan, Selasa (31/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan kapasitas keamanan lingkungan di wilayah yang dinilai sebagai wajah kota.
Pelatihan tersebut diikuti 76 anggota Satlinmas dan 30 Ketua RW, dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan gangguan keamanan masyarakat.
Kedatangan Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari disambut prosesi pedang pora oleh anggota Satlinmas. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yang menjadi bagian dari program “Kilas Prestasi 1 Tahun Kepemimpinan” bertema *Kerja Nyata, Menata Kota*.
Dalam arahannya, Aminuddin menegaskan bahwa Kecamatan Mayangan memiliki peran strategis sebagai etalase kota. Ia menilai kondisi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan di kawasan tersebut menjadi indikator utama penilaian publik terhadap Kota Probolinggo.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong sejumlah program strategis di wilayah tersebut. Di antaranya pengelolaan sampah menjadi energi melalui skema Refuse Derived Fuel (RDF), pengembangan kampung nelayan, hingga optimalisasi potensi ekonomi dari sektor parkir dan wisata lokal.
“Pembangunan, kebersihan lingkungan, hingga pelayanan kepada masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ujar Aminuddin.
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, terutama di wilayah padat penduduk. “Sinergi antara pemerintah, RT, RW, dan Linmas harus terus diperkuat. Kunci utama pembangunan adalah kebersamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Mayangan Agus Dwiwantoro menyebut pelatihan ini menjadi langkah konkret meningkatkan kemampuan Satlinmas dan perangkat wilayah dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Pemerintah Kota Probolinggo juga telah meningkatkan honorarium Satlinmas hingga 100 persen, disertai jaminan santunan kematian. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya memperkuat motivasi dan profesionalitas petugas di lapangan.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas fokus pemerintah dalam membangun sistem keamanan berbasis masyarakat, di tengah meningkatnya potensi risiko bencana perkotaan seperti banjir dan kebakaran.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas elemen di tingkat akar rumput. Dengan kesiapan yang lebih baik, pemerintah optimistis respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Peran aktif masyarakat adalah kunci utama menjaga kota tetap aman dan tangguh,” pungkas Aminuddin.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar