Produksi Kerapu Lamongan Capai 1.830 Ton, Kampung Kerapu Labuhan Dipacu Naik Kelas

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Festival Kerapu 2026 di Area Parkir Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Minggu (13/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Festival Kerapu 2026 di Area Parkir Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Minggu (13/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Kampung Kerapu Labuhan di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, terus didorong menjadi sentra budidaya kerapu yang lebih produktif, modern, dan berdaya saing. Penguatan dilakukan mulai dari peningkatan produksi, kapasitas pembudidaya, pemanfaatan teknologi digital hingga pengembangan produk olahan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan Kampung Kerapu Labuhan yang salah satunya diperkuat melalui Festival Kerapu 2026 di Area Parkir Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Minggu (13/9/2026).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pemerintah daerah terus memberikan pembinaan agar keberadaan Kampung Kerapu semakin mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Kami terus mendorong, memberikan semangat agar Kampung Kerapu di Labuhan semakin berkontribusi. Banyak hal yang telah kita lakukan, mulai dari pembinaan produksi agar lebih meningkat dan memiliki daya saing, memberikan materi manajemen, pengelolaan ikan, pemasaran dan lainnya,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah membawa teknologi ke dalam proses budidaya. Pada Maret 2026, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan bantuan 150 unit Venjet kepada 100 pembudidaya kerapu.

Teknologi Venjet memanfaatkan Internet of Things (IoT), sensor kualitas air, serta sistem smart aerator. Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pembudidaya memantau kondisi budidaya secara lebih modern dan efisien.

Sebelum penerapan teknologi itu, Dinas Perikanan juga melakukan survei dan koordinasi bersama Venambak di Desa Labuhan sebagai bagian dari persiapan digitalisasi budidaya perikanan.

Penguatan budidaya tersebut berjalan seiring dengan perkembangan produksi kerapu di Lamongan. Data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan mencatat produksi perikanan budidaya pada 2025 mencapai 46.941,85 ton dengan nilai produksi Rp1,429 triliun.

Dari total produksi tersebut, kerapu menyumbang 1.830,62 ton. Angka itu meningkat dibandingkan produksi kerapu pada 2024 yang tercatat 1.823,62 ton dan jauh lebih tinggi dibandingkan 2023 sebesar 1.357,01 ton.

Kerapu pun menjadi salah satu komoditas unggulan dalam perikanan budidaya Lamongan. Khusus komoditas tersebut, nilai produksi pada 2025 mencapai Rp174,12 miliar.

Sementara pada 2026, produksi kerapu hingga periode Januari-September disebut telah mencapai 1.071,1 ton. Nilai produksinya hingga triwulan II 2026 tercatat Rp90,95 miliar.

“Tahun 2025 produksi kerapu mencapai 174 miliar lebih, kemudian triwulan II 2026 sudah lebih dari 90 miliar. Kita yakin sampai akhir 2026 produksi akan bertambah besar lagi,” tegas Pak Yes.

Potensi tersebut turut menjadi dasar ditetapkannya Lamongan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditas Kerapu atau Kampung Kerapu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023.

Status tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjaga peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing kerapu Lamongan.

Festival Kerapu 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat. Kegiatan itu juga menjadi bentuk syukur masyarakat atas sumber daya alam yang dimiliki Desa Labuhan.

Selain promosi potensi budidaya, festival diisi dengan lomba olahan kerapu. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan produk sehingga kerapu tidak hanya bernilai sebagai komoditas budidaya, tetapi juga memiliki peluang pengembangan melalui produk olahan.

Dengan penguatan produksi, pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan produk, Kampung Kerapu Labuhan kini diarahkan untuk tidak sekadar menjadi sentra budidaya, tetapi memiliki daya saing yang lebih luas. Harapannya, potensi kerapu Lamongan semakin dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru