Program Bayi Tabung RSUD H Moh Ruslan Mataram Diminati Pasien Luar Negeri

Senin, 16 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan program bayi tabung di RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram yang diikuti sejumlah pasangan, Senin (16/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Layanan program bayi tabung di RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram yang diikuti sejumlah pasangan, Senin (16/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA MATARAM, RadarBangsa.co.id – Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) di RSUD H. Moh. Ruslan (HMR) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai diminati masyarakat luas, termasuk pasien dari luar negeri. Saat ini tercatat 10 pasangan suami istri (pasutri) sedang menjalani berbagai tahapan program kehamilan berbasis teknologi reproduksi tersebut.

Tidak hanya warga NTB yang mengikuti program ini. Sejumlah peserta datang dari luar negeri, seperti Inggris dan Belanda, yang memilih menjalani program IVF di RSUD HMR Mataram karena fasilitas serta layanan medis yang dinilai kompetitif dan terpercaya.

Direktur RSUD HMR Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menjelaskan bahwa program bayi tabung di rumah sakit tersebut terus berkembang dan mendapat perhatian masyarakat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Menurutnya, sebagian pasien mancanegara yang mengikuti program IVF di Mataram merupakan pasangan suami istri yang salah satunya adalah warga Indonesia yang menetap di luar negeri. Mereka memilih kembali ke daerah asal untuk menjalani program kehamilan dengan dukungan fasilitas medis yang tersedia di RSUD HMR.

Program IVF merupakan metode reproduksi berbantu yang dilakukan melalui proses pembuahan sel telur dan sperma di laboratorium sebelum embrio ditanamkan kembali ke dalam rahim. Metode ini biasanya menjadi pilihan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan atau kesulitan mendapatkan keturunan secara alami.

dr. Eka Nurhayati menyebutkan saat ini terdapat sepuluh pasangan yang sedang menjalani beberapa tahapan dalam program bayi tabung tersebut di RSUD HMR Kota Mataram.

“Dari 10 orang yang kami tangani tidak hanya pasutri dari NTB, tetapi juga ada yang berasal dari luar negeri seperti Inggris dan Belanda,” ujar dr. Eka.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya minat dari pasien luar negeri menjadi kebanggaan tersendiri bagi rumah sakit daerah tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa layanan kesehatan di daerah mampu bersaing dan dipercaya oleh masyarakat internasional.

“Ini tentu menjadi hal yang membanggakan karena program yang kami jalankan juga dilirik oleh warga luar negeri,” katanya.

Konteks dan Dampak
Bagi masyarakat yang mempertimbangkan mengikuti program bayi tabung, faktor biaya sering menjadi perhatian utama. Di RSUD HMR Mataram, estimasi total biaya program IVF mulai sekitar Rp60 juta yang mencakup obat-obatan serta empat tahapan tindakan utama.

Tahap pertama adalah persiapan awal dengan estimasi biaya mulai Rp5 juta. Tahapan ini mencakup pemeriksaan kesuburan seperti tes hormon, pemeriksaan cadangan sel telur (AMH), analisis sperma, USG transvaginal, serta konsultasi dengan dokter spesialis.

Tahap kedua adalah stimulasi ovarium dengan biaya mulai sekitar Rp20 juta. Pada tahap ini pasien mendapatkan suntikan hormon untuk merangsang pertumbuhan beberapa sel telur sekaligus. Proses tersebut dipantau melalui pemeriksaan USG dan tes darah secara berkala.

Tahap berikutnya adalah tindakan medis seperti ovum pick up atau pengambilan sel telur serta proses pembuahan di laboratorium oleh embriolog. Tahap ini diperkirakan memerlukan biaya mulai sekitar Rp20 juta.

Tahap terakhir adalah transfer embrio ke dalam rahim dengan estimasi biaya mulai sekitar Rp15 juta. Pada tahap ini pasien juga mendapatkan obat penguat kandungan untuk mendukung keberhasilan implantasi embrio.

Selain biaya utama tersebut, pasien juga perlu mempertimbangkan kemungkinan biaya tambahan seperti pembekuan embrio, pemeriksaan genetik embrio, rawat inap, maupun metode pembuahan khusus seperti ICSI apabila kondisi sperma memerlukan tindakan tersebut.

RSUD HMR Mataram berharap program bayi tabung ini dapat menjadi solusi bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan sekaligus memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan rujukan di NTB.

dr. Eka menegaskan pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan reproduksi berbantu agar masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan serupa ke luar daerah maupun luar negeri.

“Harapan kami layanan ini dapat membantu lebih banyak pasangan mewujudkan keinginan memiliki buah hati dengan dukungan teknologi medis yang aman dan profesional,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
Dua Kali Didatangi Pagi Hari, LSM BPPI Soroti Kantor Desa Rancahan
Kisruh Dana dan Data, MBG di Empat Sekolah Lamongan Terhenti
Dulu Belajar Beralaskan Karpet, Murid TK Kartika Lamongan Kini Bertambah
Jombang Berangkatkan 289 Atlet, Dua Medali Emas Sudah Diraih Sebelum POPDA Dibuka
Jombang Raih ATM Award 2026, Inovasi Skrining TBC Jadi Salah Satu Sorotan
Jembatan Sentong Sudah Dibuka, Hak Pekerja Justru Tertinggal: Upah Sebulan Diduga Belum Dibayar
Dua Inovasi Banyuwangi Tekan Pengangguran dan Anak Tidak Sekolah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Jumat, 6 November 2026 - 19:23

Dua Kali Didatangi Pagi Hari, LSM BPPI Soroti Kantor Desa Rancahan

Jumat, 6 November 2026 - 16:14

Dulu Belajar Beralaskan Karpet, Murid TK Kartika Lamongan Kini Bertambah

Jumat, 6 November 2026 - 15:59

Jombang Berangkatkan 289 Atlet, Dua Medali Emas Sudah Diraih Sebelum POPDA Dibuka

Jumat, 6 November 2026 - 15:47

Jombang Raih ATM Award 2026, Inovasi Skrining TBC Jadi Salah Satu Sorotan

Berita Terbaru