LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Lamongan kembali masuk dalam daftar daerah penerima Program Bongkar Ratoon tebu dari pemerintah pusat pada 2026. Kabupaten ini memperoleh jatah 1.385 hektar lahan, setelah pada 2025 juga menerima bantuan untuk 274,26 hektar dan mulai dilakukan panen serentak se-Jawa Timur pada Kamis (18/6).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan, hingga kini pihaknya telah mengusulkan 940,18 hektar lahan tanam tebu ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk diproses ke Kementerian Pertanian. Artinya, masih ada sekitar 444 hektar kuota yang dapat dimanfaatkan petani tebu di Lamongan.
“Di Kabupaten Lamongan, tahun ini kita mendapatkan jatah untuk mencarikan lahan Bongkar Ratoon 1.385 hektar. Alhamdulillah sampai hari ini kami sudah mengirim ke provinsi, Kementerian Pertanian, seluas 940,18 hektar, masih ada 444 hektar,” ungkap Mugito.
Ia menjelaskan, petani yang mendaftarkan lahannya akan mendapat bantuan 60 ribu mata tunas per hektar dengan batas maksimal lima hektar. Selain itu, ada dukungan ongkos HOK sekitar Rp4 juta per hektar yang diharapkan bisa membantu meringankan biaya produksi.
Di Lamongan, produksi tebu pada 2025 tercatat mencapai 23.318 ton. Namun, saat panen serentak di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerap aspirasi petani yang mengeluhkan harga jual tebu yang dinilai murah sehingga sebagian memilih beralih ke jagung karena dianggap lebih menguntungkan.
Keluhan petani itu juga berkaitan dengan kebutuhan modernisasi alat pertanian, sarana penunjang untuk menjaga kualitas rendemen tebu, serta subsidi pupuk. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Lamongan menegaskan komitmen untuk terus mendukung program swasembada gula melalui fasilitas yang tersedia.
“Kami akan mendorong dengan berbagai fasilitas yang ada dengan berbagai kebutuhan untuk mensukseskan swasembada gula. Untuk itu mari bersama-sama komitmen kita untuk terus mensukseskan di wilayah masing-masing, sehingga swasembada gula ini akan bisa dilakukan dengan baik dan hasilnya lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar