PSC 119 MEMS Mataram Raih Platinum EMS Angels Awards 2026

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PSC 119 MEMS Mataram menerima Platinum Status EMS Angels Awards Q1 2026 di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PSC 119 MEMS Mataram menerima Platinum Status EMS Angels Awards Q1 2026 di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id — PSC 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram meraih Platinum Status dalam EMS Angels Awards Quarter I (Q1) 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja layanan kegawatdaruratan stroke yang dinilai cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Penghargaan tersebut diterima dalam penyerahan di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram pada Kamis, 20 Agustus 2026. Capaian itu sekaligus memperkuat posisi PSC 119 MEMS sebagai bagian penting dalam sistem penanganan stroke sejak fase pra-rumah sakit hingga pasien mendapatkan penanganan di rumah sakit.

EMS Angels Awards menilai sejumlah indikator pelayanan kegawatdaruratan stroke. Di antaranya kecepatan respons petugas di lapangan, kelengkapan informasi klinis pasien, komunikasi dengan rumah sakit, hingga kesiapan fasilitas kesehatan dalam menerima pasien stroke.

Berdasarkan data EMS Angels Awards Q1 2026, PSC 119 Kota Mataram menangani 31 pasien selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Dalam periode penilaian tersebut, median time on scene atau waktu median petugas berada di lokasi pasien tercatat enam menit.

Kinerja juga terlihat pada aspek dokumentasi dan komunikasi klinis. PSC 119 MEMS mencatat capaian 100 persen untuk dokumentasi patient last known normal serta 100 persen dalam pelaporan medication detail.

Sementara itu, prenotification atau pemberitahuan awal kepada rumah sakit sebelum pasien tiba mencapai 90,3 persen. Kesiapan rumah sakit dalam menerima pasien stroke tercatat mencapai 100 persen.

Capaian tersebut menggambarkan koordinasi antara layanan kegawatdaruratan pra-rumah sakit dan fasilitas kesehatan dalam mempercepat proses penanganan pasien. Dalam kasus stroke, kecepatan menjadi salah satu faktor penting karena keterlambatan penanganan dapat memengaruhi kondisi pasien.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., K-FER., M.Kes., M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan kegawatdaruratan stroke.

“Keberhasilan penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan layanan sejak pasien mengalami gejala hingga mendapatkan terapi,” ujar dr. Eka.

Menurut dia, sistem pelayanan yang terintegrasi dibutuhkan agar pasien dapat segera mendapatkan pertolongan sejak gejala awal muncul hingga memperoleh penanganan medis definitif.

Kepala PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, M. Kurniawan Jauhari, S.Kep., Ners., menyebut Platinum Status menjadi motivasi bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan.

“PSC 119 MEMS merupakan layanan kegawatdaruratan yang harus mampu memberikan pelayanan secara terpadu, terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.

Peran PSC 119 MEMS dalam penanganan stroke tidak hanya berkaitan dengan layanan ambulans. Tim juga menjadi bagian dari mekanisme kegawatdaruratan terpadu yang berupaya mempercepat respons terhadap pasien sejak berada di luar rumah sakit.

Data tim PSC 119 MEMS mencatat sebanyak 222 orang telah ditangani melalui mekanisme Code Stroke sejak 7 Juni 2023 hingga 31 Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan keberlanjutan sistem penanganan stroke yang dikembangkan di Kota Mataram.

Melalui mekanisme Code Stroke, proses identifikasi kondisi pasien, komunikasi antara petugas, penjemputan, hingga persiapan rumah sakit dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Sistem tersebut diarahkan untuk memangkas waktu yang dibutuhkan pasien sebelum mendapatkan penanganan medis.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui sejumlah inovasi, termasuk Pendekar Serasi dan program Mataram Siaga Stroke. Program tersebut melibatkan masyarakat dan kader kesehatan dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenali gejala awal stroke.

Edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam rantai penanganan stroke. Ketika gejala dapat dikenali lebih cepat dan pasien segera mendapatkan pertolongan, proses evakuasi serta komunikasi dengan fasilitas kesehatan dapat dilakukan tanpa menunggu kondisi semakin memburuk.

Perolehan Platinum Status EMS Angels Awards Q1 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi catatan penghargaan bagi PSC 119 MEMS. Capaian tersebut menjadi indikator atas kinerja layanan kegawatdaruratan stroke yang mencakup respons lapangan, dokumentasi klinis, komunikasi dengan rumah sakit, hingga kesiapan fasilitas penerima pasien.

Bagi RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, penghargaan ini juga menjadi momentum untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Penguatan koordinasi pra-rumah sakit dan rumah sakit, peningkatan kecepatan respons, serta perluasan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kegawatdaruratan stroke.

Dengan capaian tersebut, PSC 119 MEMS diharapkan terus menjaga kualitas layanan dan memperkuat sistem penanganan stroke secara berkelanjutan. Fokus akhirnya tetap pada kecepatan pertolongan, ketepatan penanganan, dan keselamatan pasien.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Berita Terbaru