Puskesmas 24 Jam Pasuruan Makin Ramai, Kunjungan IGD Melonjak

Senin, 7 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Layanan Puskesmas 24 jam di Kabupaten Pasuruan mulai menunjukkan peningkatan pemanfaatan masyarakat. Enam bulan setelah diresmikan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, jumlah kunjungan pasien di sejumlah Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas tercatat meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Pasuruan mencatat, sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026, kunjungan IGD di Puskesmas Raci mencapai 1.119 pasien. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 2025 yang tercatat 240 pasien.

Kenaikan juga terjadi di Puskesmas Ambal-ambil. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 399 pasien tercatat mendapatkan layanan IGD, naik dari 75 pasien pada tahun sebelumnya.

Di Puskesmas Pohjentrek, jumlah kunjungan mencapai 879 pasien, dibandingkan 498 pasien pada 2025. Sedangkan Puskesmas Lumbang mencatat 1.388 pasien, jauh lebih tinggi dibandingkan 280 pasien pada periode tahun sebelumnya.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan respons masyarakat terhadap layanan kesehatan 24 jam semakin positif.

Ia mencontohkan Puskesmas Ambal-ambil yang mencatat kenaikan kunjungan IGD dari 75 pasien pada 2025 menjadi 399 pasien pada Januari-Juli 2026.

Menurut Arma, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa keberadaan layanan kegawatdaruratan selama 24 jam mulai dirasakan manfaatnya, terutama bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis di luar jam kerja reguler.

“Total ada 33 Puskesmas 24 jam mampu memberikan layanan IGD dan Persalinan 24 jam yang dapat diakses warga Kabupaten Pasuruan di setiap Kecamatan. Terdiri dari 17 Puskesmas Rawat Inap dan 16 Puskesmas Rawat Jalan. 8 Puskesmas diantaranya ditetapkan sebagai Puskesmas PONED atau Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar,” tandas Arma saat hadir dalam Talkshow “Sapa OPD” di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Pasuruan, Kamis (3/9/2026).

Arma memastikan setiap kecamatan telah memiliki satu Puskesmas 24 jam. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas pemerataan akses layanan kesehatan emergensi sehingga masyarakat tidak terkendala jarak ketika membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi darurat.

Layanan yang tersedia tidak hanya IGD. Puskesmas 24 jam juga memberikan pelayanan persalinan, baik untuk persalinan normal maupun penanganan awal kegawatdaruratan ibu hamil hingga bayi baru lahir.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Ambulans Emergensi 24 jam untuk penjemputan pasien rujukan antarfasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah seluruhnya beroperasi 24 jam. Strategi kami dalam memenuhi ketersediaan SDM Puskesmas 24 jam dengan mengoptimalkan penugasan dari beberapa OPD. Kepada seluruh warga, jangan ragu mendatangi IGD Puskesmas terdekat jika mengalami kondisi darurat kesehatan, kecelakaan atau akan melahirkan. Cukup membawa kartu identitas dan kepesertaan JKN atau BPJS Kesehatan untuk kemudahan administrasi dan segera mendapatkan penanganan terlebih dahulu,” tuturnya.

Arma juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 112 yang diampu Dinas Komunikasi dan Informatika apabila membutuhkan pertolongan kegawatdaruratan.

Mantan Direktur RSUD Bangil tersebut menegaskan jajaran Dinkes P2KB akan terus memberikan pelayanan melalui jaringan Puskesmas 24 jam yang telah berjalan di seluruh kecamatan.

“Yang saya banggakan saya cintai saya sayangi seluruh tenaga kesehatan di jajaran Dinkes P2KB, jangan patah semangat berikan pelayanan terbaik dengan penuh keikhlasan untuk masyarakat. Karena itulah tujuan keberadaan kita sebagai ASN jajaran Pemkab Pasuruan,” ujarnya.

Di tingkat fasilitas kesehatan, Kepala Puskesmas Ambal-ambil, dr Umi Murdiyaningsih, menyatakan pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana untuk mendukung operasional layanan 24 jam.

Menurut Umi, layanan persalinan 24 jam menjadi salah satu fasilitas yang mulai dirasakan masyarakat. Sebelumnya, Puskesmas Ambal-ambil belum memiliki layanan tersebut.

“Kami ada layanan persalinan 24 jam sangat membantu. Dulu awalnya tidak pernah ada layanan itu di Puskemas. Sampai sekarang sudah ada 8-9 pasien kasus persalinan. Dari segi administrasi persalinna, kami bekerjasama dengan Dispendukcapil berkaitan dengan penerbitan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga juga. Sehingga bisa lebih memudahkan pasien yang baru saja melahirkan,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Raci, dr Sakinah, juga mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan layanan kegawatdaruratan, termasuk IGD dan persalinan 24 jam.

Ia mengingatkan masyarakat agar segera datang ke Puskesmas ketika membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi darurat sehingga tingkat kegawatdaruratan dapat segera diperiksa dan ditentukan langkah penanganannya.

“Kalau masyarakat butuh pertolongan cepat saat darurat, silahkan ke Puskesmas Raci, buka 24 jam. Nanti kami bisa cek dulu tingkat kegawatdaruratan sakitnya apa. Misalnya pasien ada riwayat keluhan jantung ya kami tidak akan berikan penanganan injeksi yang kontra indikasi. Atau ternyata punya kencing manis atau apa yang perlu dirujuk dan ditelaah lebih lanjut dalam pengobatannya. Yang penting jangan lupa membawa identitas,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru