Interupsi Bertubi-tubi di Paripurna DPRD Kendal, Galian C Bikin Jalur Pantura Jadi Jalur Maut

Kamis, 25 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Suasana Rapat Paripurna DPRD Kendal bersama Pemerintah Kabupaten Kendal mendadak tegang, Sejumlah anggota dewan interupsi keras soal aktivitas galian C dinilai berubah jadi ancaman keselamatan masyarakat, khususnya di jalan raya.

Ketegangan itu mencuat dalam Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang digelar pada Rabu, 24 Desember 2025.

Isu galian C langsung menyedot perhatian forum, memicu kritik tajam dari para wakil rakyat.

Anggota DPRD Kendal, Rizky Aritonang, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi jalan yang dipenuhi lumpur akibat aktivitas galian C.

Ia, menyebut, aspirasinya bukan sekadar opini pribadi, melainkan jeritan masyarakat yang setiap hari berjibaku dengan bahaya di jalan.

“Ini jeritan warga, dan juga saya alami sendiri. Setiap hari saya melintasi jalur itu,” tegas Rizky di hadapan forum paripurna.

Menurutnya, sepanjang tahun 2025 telah terjadi banyak kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut, bahkan hingga merenggut nyawa. Ironisnya, mayoritas korban merupakan warga asli Kabupaten Kendal.

Jalan licin saat musim hujan akibat lumpur galian disebut menjadi pemicu utama tingginya risiko kecelakaan.

Rizky mendesak Pemerintah segera menghadirkan solusi konkret sebelum akhir tahun. Ia menilai, pembiaran berlarut hanya membuat masyarakat terus dihantui rasa cemas setiap kali melintas di jalur rawan maut tersebut.

Sorotan serupa disampaikan Suwardi, anggota DPRD Kendal lainnya. Ia menekankan dampak lingkungan dari aktivitas galian C di sepanjang Jalan Boja–Kaliwungu. Saat hujan deras, material tanah dari area galian mengalir ke badan jalan, mempercepat kerusakan infrastruktur sekaligus membahayakan pengendara.

Sementara itu, Syukri Fauzi menyoroti perilaku kendaraan pengangkut tanah yang kerap melebihi kapasitas muatan. Akibatnya, kemacetan hampir terjadi setiap hari.

Ia menegaskan, aktivitas galian C harus tunduk pada kapasitas jalan dan regulasi yang berlaku, bukan sebaliknya.

Menanggapi gelombang interupsi tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa perizinan serta penertiban galian C berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga diperlukan koordinasi lintas pemerintahan.

Meski demikian, Bupati Kendal, tidak akan tinggal diam.

Pihaknya berkomitmen melakukan koordinasi pemilik galian C terkait tanggung jawab perawatan jalan dan dampak lingkungan, mengingat Kabupaten Kendal turut menanggung kerugian akibat aktivitas tersebut.

“Sebenarnya kita juga merasa dirugikan,”ujar Bupati Kendal, yang akrab disapa mbak Tika.

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru