Ratusan Warga Padati Pasar Murah di Bangkalan, Khofifah Pastikan Bahan Pokok Tetap Terjangkau

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga memadati pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ratusan warga memadati pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7). Sejak pagi, ratusan masyarakat, didominasi ibu rumah tangga, mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan dan berdialog dengan warga.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyerahkan bantuan beras SPHP kepada sejumlah lanjut usia sebagai bentuk perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Anak-anak yang datang bersama orang tuanya juga menerima bingkisan telur untuk mendukung pemenuhan gizi sejak usia dini.

Menurut Khofifah, penyelenggaraan pasar murah tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika harga pangan mengalami perubahan.

“Yang kami jaga bukan hanya stabilitas harga, tetapi juga ketenangan masyarakat. Ketika kebutuhan pokok bisa dibeli dengan harga yang lebih murah, maka ada ruang bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Di situlah pemerintah harus hadir,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan, pasar murah merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah.

“Yang prinsip adalah bagaimana Pemprov bersinergi dengan Kabupaten/Kota melakukan ikhtiar stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Ini merupakan program bersama yang saling menguatkan demi menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen, pelaksanaan pasar murah juga dimanfaatkan untuk memperluas akses pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah provinsi berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota agar produk lokal dapat dipasarkan dalam setiap penyelenggaraan pasar murah.

Khofifah mengatakan, keterlibatan UMKM tidak hanya membuka peluang penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari proses kurasi produk yang memiliki potensi berkembang ke pasar yang lebih luas. Pemerintah secara langsung melakukan penilaian terhadap kualitas produk yang ditampilkan.

“Terlihat sederhana, tetapi bagi Pemprov ini juga menjadi bagian dari proses kurasi produk. Karena itu saya selalu mengambil sampling produk UMKM. Kalau produk ini lolos kurasi, maka akan berpeluang diikutsertakan dalam misi dagang,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses tersebut membantu pemerintah memetakan produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Data tersebut menjadi bekal ketika terdapat permintaan dari daerah lain maupun peluang pemasaran hingga pasar ekspor.

“Kalau nanti ada permintaan dari provinsi lain bahkan peluang ekspor, kita sudah mengetahui sumber-sumber produk unggulan yang siap dipasarkan. Jadi pasar murah bukan hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi pintu pembuka pasar yang lebih luas bagi UMKM,” pungkasnya.

Dalam pasar murah di Bangkalan, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang disediakan meliputi beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli warga di berbagai daerah di Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru