KENDAL, RadarBangsa.co.id – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini memasuki fase krusial. Dari total pendaftar, hanya empat pejabat eselon II yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melaju ke tahap asesmen.
Tahapan asesmen tersebut dijadwalkan berlangsung di Solo Jumat 17 hingga 18 April 2026, bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Adapun empat kandidat yang lolos terdiri dari Penjabat (Pj) Sekda Kendal Agus Dwi Lestari, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ardhi Prasetyo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wahyu Yusuf Achmadi, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Achmad Ircham Chalid.
Sementara itu, satu pendaftar dipastikan gugur pada tahap administrasi. Ia adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hudi Sambodo yang tidak memenuhi persyaratan pendidikan sesuai ketentuan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengungkapkan, total pendaftar awal dalam seleksi terbuka jabatan Sekda mencapai lima orang.
“Sesuai dengan peraturan Menteri Aparatur Negara, pendidikan Pak Hudi tidak sesuai,” ujar Bupati, Jumat (17/4/2026).
Di sisi lain, Kepala BKPSDM Kabupaten Kendal Abdul Basir menjelaskan, minat awal terhadap jabatan Sekda sebenarnya cukup tinggi.
Tercatat ada 25 orang yang mengambil berkas pendaftaran.
Namun, hingga penutupan tahap pertama, hanya dua orang yang mengembalikan berkas. Kondisi ini membuat panitia harus membuka perpanjangan pendaftaran hingga dua kali, mengingat syarat minimal peserta seleksi adalah tiga orang.
“Setelah perpanjangan kedua, total pendaftar menjadi lima orang,” jelas Basir.
Dari lima pendaftar tersebut, satu orang gugur dalam seleksi administrasi, sehingga menyisakan empat kandidat yang kini bersaing ketat menuju kursi Sekda definitif.
Sebagai informasi jabatan Sekda Kendal kosong sejak 1 Oktober 2024 setelah pejabat sebelumnya, Sugiono, memasuki masa pensiun. Posisi tersebut saat ini masih diisi oleh penjabat (Pj) sembari menunggu hasil seleksi terbuka yang tengah berlangsung.
Lainnya:
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Rob
Editor : Arifin Zaenul








