PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kecelakaan maut beruntun terjadi di jalur nasional Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB. Sebuah truk bermuatan kertas diduga mengalami rem blong hingga hilang kendali, menabrak sejumlah kendaraan dan deretan rumah warga. Peristiwa itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, arus lalu lintas saat itu terpantau ramai lancar. Dua truk Mitsubishi Colt Diesel berwarna kuning melaju beriringan dari arah Malang menuju Surabaya sebelum kecelakaan terjadi.
Petaka bermula ketika truk bermuatan kertas bernomor polisi DK 8019 DG melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi. Kendaraan tersebut kemudian menabrak truk Colt Diesel bernopol N 8591 BG. Polisi menduga pengemudi truk kertas tidak mampu mengendalikan kendaraan akibat rem yang tidak berfungsi.
Benturan keras membuat truk Colt Diesel terpental hingga melompati median jalan dan masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, sebuah truk tangki air melaju dari arah Surabaya menuju Malang sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Dua sepeda motor yang berada di sekitar lokasi turut menjadi korban.
“Truk yang tertabrak terdorong ke jalur berlawanan lalu menghantam truk tangki air dari arah Surabaya menuju Malang. Di titik tersebut, ada dua sepeda motor yang ikut menjadi korban,” kata Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar.
Rangkaian kecelakaan belum berhenti. Truk Colt Diesel kedua yang berada di depan ikut tertabrak hingga terlempar ke sisi jalan, melindas seorang pengendara sepeda motor, lalu berhenti setelah menghantam pekarangan rumah warga.
Di sisi lain, truk bermuatan kertas yang menjadi pemicu utama kecelakaan terus melaju tanpa kendali sejauh sekitar 500 meter. Kendaraan itu baru berhenti setelah menabrak deretan rumah warga di sisi timur Jalan Raya Gempol hingga mengalami kerusakan.
AKP Jauhar menyampaikan sopir truk penyebab kecelakaan juga meninggal dunia setelah sempat dievakuasi. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia menjadi empat orang, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan hingga berat dan telah mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.
“Sopir truk penyebab kecelakaan juga dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi. Dengan demikian, total korban jiwa sementara menjadi empat orang. Kami juga mencatat enam korban lainnya mengalami luka ringan hingga berat, dan seluruhnya sudah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di jalur utama Malang–Surabaya sempat lumpuh total. Kepolisian memberlakukan sistem contra flow untuk mengurai kemacetan, sementara proses olah tempat kejadian perkara dan evakuasi kendaraan masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Untuk penyebab pasti kecelakaan masih terus kami dalami melalui olah TKP. Saat ini fokus utama kami adalah mengevakuasi bangkai kendaraan agar arus lalu lintas bisa kembali normal,”pungkas Jauhar.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar