Revalidasi UNESCO 2026, Geopark Ijen Banyuwangi Kejar Status Green Card

Kamis, 12 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim ESDM dan Pemkab Banyuwangi bahas kesiapan revalidasi Geopark Ijen, Rabu (11/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim ESDM dan Pemkab Banyuwangi bahas kesiapan revalidasi Geopark Ijen, Rabu (11/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Geopark Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, bersiap menjalani revalidasi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2026. Evaluasi ini menjadi penilaian perdana sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai jaringan geopark dunia UNESCO pada 2023.

Revalidasi merupakan proses evaluasi menyeluruh yang wajib dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan pengelolaan geopark tetap memenuhi standar internasional. Hasilnya akan menentukan status kelanjutan, yakni Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dua tahun), atau Red Card (dicabut).

Menjelang proses tersebut, Tim Persiapan Revalidasi Geopark Ijen bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM Aries Kusworo bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengecek kesiapan daerah.

“Ini revalidasi pertama, sehingga perlu persiapan matang karena yang dinilai adalah kemajuan yang telah dicapai. Kami ingin memastikan seluruh stakeholder siap saat asesor melakukan penilaian,” ujar Aries.

Selama kunjungan di Banyuwangi, tim menggelar sejumlah agenda strategis. Selain forum group discussion (FGD) bersama pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen—meliputi Banyuwangi dan Bondowoso—tim juga meninjau langsung beberapa situs geopark.

Lokasi yang dikunjungi di antaranya Teluk Pang-Pang serta Desa Wisata Wringin Putih. Peninjauan difokuskan pada praktik pemberdayaan masyarakat, khususnya pengelolaan kawasan mangrove berbasis konservasi dan ekonomi lokal.

Aries menyebut sebagian rekomendasi UNESCO telah dijalankan bertahap, termasuk penguatan kerja sama dengan geopark dunia lainnya.

“Itu menjadi poin penting dalam penilaian UNESCO, selain konsistensi pengelolaan kawasan,” katanya.

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan, pertemuan tersebut merupakan langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas pihak guna mempertahankan status Green Card.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, serta rencana aksi terpadu untuk meraih Green Card,” ujarnya.

Menurut Ipuk, status tersebut bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan pintu dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar kawasan geopark.

“Dampaknya mulai dari peningkatan kunjungan wisata, investasi, peluang ekonomi, hingga pelestarian alam dan budaya,” tambahnya.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menjelaskan sejumlah rekomendasi UNESCO yang menjadi perhatian penguatan pengelolaan. Di antaranya penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel edukasi, penguatan warisan budaya lokal, serta peningkatan event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kami jalankan. Dokumen dan data pendukung revalidasi juga telah dikirim ke UNESCO melalui Bappenas,” tandas Abdillah.

Dengan rangkaian persiapan tersebut, pemerintah daerah optimistis Geopark Ijen mampu mempertahankan pengakuan global sekaligus memperkuat dampak pembangunan berkelanjutan berbasis geowisata.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru