PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga memadati Mini Job Fair Kabupaten Pasuruan yang digelar di UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Rabu (15/4/2026). Sejak pagi, para pencari kerja datang untuk berburu informasi dan menyerahkan lamaran pada perusahaan yang membuka ratusan lowongan.
Antusiasme tinggi terlihat di area stan perusahaan yang dipenuhi pelamar dari berbagai daerah. Ajang ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran melalui kolaborasi dengan dunia industri.
Salah satu peserta, Hanif (25), warga Desa Watestani, Kecamatan Nguling, mengaku sengaja datang lebih awal demi peluang bekerja di PT Mayora Tbk. Ia sebelumnya telah mendaftar secara daring dan berharap lolos seleksi administrasi.
“PT Mayora sedang membuka banyak lowongan. Jadi saya masukkan lamaran, mudah-mudahan memenuhi syarat,” ujar Hanif.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 11 perusahaan ikut ambil bagian. Di antaranya PT Trisakti Purwosari Makmur, PT Berkat Ganda Sentosa, PT Satoria Grup, PT Mayora Tbk, PT Tirta Freshindo Jaya, PT JAI, PT Tung Chia Technology Indonesia, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Bina Mitra Mandiri Makmur.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, menjelaskan seluruh peserta wajib mendaftar melalui platform Hellowork Pasuruan untuk mendapatkan tiket masuk. Setelah pelaksanaan job fair, tahapan dilanjutkan dengan proses one day recruitment.
“Hari ini mini job fair, lalu besok selama dua hari dilanjutkan one day recruitment,” katanya.
Dari total kesempatan kerja yang tersedia, sebanyak 517 lowongan dibuka. Rinciannya, 331 posisi diperuntukkan bagi perempuan dan 186 posisi bagi laki-laki. Mayoritas pelamar berasal dari Kabupaten Pasuruan, sedangkan sisanya datang dari Pasuruan Kota, Probolinggo, Sidoarjo, hingga Mojokerto.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional tanpa intervensi pemerintah. Menurutnya, perusahaan tetap menjadi pihak yang menentukan kandidat sesuai kebutuhan dan kualifikasi.
“Kami pastikan seluruh rekrutmen berjalan fair dan adil. Pemda tidak masuk ke ranah itu, kami serahkan kepada perusahaan,” tegas Rusdi.
Ia berharap semakin banyak warga lokal terserap ke dunia kerja sehingga angka pengangguran terus menurun. Selain itu, meningkatnya investasi dan tumbuhnya sektor informal diyakini akan memperluas peluang kerja baru di Kabupaten Pasuruan.
Mini Job Fair 2026 menjadi sinyal kuat sinergi pemerintah dan industri di Pasuruan terus berjalan. “Ketika banyak yang bekerja berarti pengangguran menurun,” pungkas Rusdi.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar