Ribuan Warga Terdampak Gelar Doa Bersama di Tepi Kali Bodri Kendal

Jumat, 1 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Forum Peduli Tanggul Kali Bodri (Petak Bodri) menggelar doa bersama yang diikuti sekitar 5.000 warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bodri. 

Gelar doa, bersama telah dilakukan pada Jumat (1/7/2025), tepatnya di pingir sungai Bodri Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Koordinator aksi, Arif Fajar Hidayat, menjelaskan bahwa jebolnya tanggul terjadi akibat tingginya debit air dari Bendung Juwero pada, 21/1/2025, lalu.

Limpasan air saat itu mencapai 400 meter, melebihi kapasitas normal yang hanya berkisar ratusan meter. Akibatnya, air setinggi dua meter menggenangi pemukiman warga.

“Akibatnya Rumah warga tergenang air setinggi 350 hingga 370 meter,”ujar Arif.

Kendati demikian kata Arif, Banjir tersebut menghanyutkan apa pun yang dilaluinya, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian lumpuh total selama beberapa pekan.

“Akibat banjir ini, kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah, belum termasuk dampak psikologis yang masih dirasakan warga hingga kini,” ujar Arif.

Pasca-jebolnya tanggul, sejumlah titik di sepanjang Kali Bodri kini masuk kategori kritis. Kondisi terkini di lapangan antara lain:

Tanggul jebol sepanjang 15–20 meter yang sebelumnya diperbaiki sementara kini kembali longsor dan rawan ambrol.

Sedimentasi parah di utara tanggul Kebonharjo, Desa Cepiring, dengan panjang sekitar 300 meter dan lebar 50 meter, menghambat aliran air sungai.

Kerusakan di barat tanggul, sepanjang 250 meter tanpa berm dan pasangan batu penahan yang telah terkikis.

Arif menegaskan, apabila tidak ada penanganan segera, ancaman banjir serupa bisa terulang, mengingat setiap tahun Kali Bodri mengalami limpasan dengan ketinggian mencapai 350–400 meter.

Melalui forum ini, Petak Bodri meminta pemerintah segera melakukan percepatan penanganan tanggul Kali Bodri, terutama normalisasi aliran air melalui pengerukan sedimentasi serta penguatan tanggul permanen di titik kritis.

“Penanganan tanggul ini sifatnya prioritas karena menyangkut keselamatan ribuan warga di sepanjang aliran Kali Bodri. Kami memohon agar pemerintah segera bertindak,” tegas Arif.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru