Ribuan Warga Tretes Prigen Demo Tolak Alih Fungsi Hutan, Desak Bupati Pasuruan Hentikan Izin Pembangunan

Minggu, 29 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga Prigen saat aksi menolak alih fungsi hutan di kawasan Tretes, Minggu (29/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ribuan warga Prigen saat aksi menolak alih fungsi hutan di kawasan Tretes, Minggu (29/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga yang tergabung dalam masyarakat peduli lingkungan Prigen menggelar aksi unjuk rasa menolak alih fungsi hutan di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/3/2026).

Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan di kawasan hutan yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan lereng Gunung Arjuno.

Sejak pagi, massa mulai memadati lokasi aksi dengan membawa spanduk dan poster berisi pesan penolakan. Salah satu banner bertuliskan, “Alam tidak pernah salah memberikan apa yang dia punya. Hanya kalian yang terlalu serakah untuk memanfaatkannya,” menjadi simbol keresahan warga.

Aksi berlangsung tertib dengan rangkaian orasi dari tokoh masyarakat dan perwakilan warga. Bahkan, doa lintas keyakinan turut dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar upaya penyelamatan hutan mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan warga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan. “Tidak ada yang bisa menjaga hutan ini kalau bukan kita sendiri,” ujarnya.

Puncak aksi ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap bersama oleh perwakilan masyarakat Prigen. Dalam pernyataan itu, warga menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan pemangku kebijakan.

Di antaranya menolak keras pembangunan di kawasan Hutan Produksi Perhutani Petak 50 Prigen, mendesak Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan menerbitkan rekomendasi penghentian kegiatan, serta meminta Bupati Pasuruan memberlakukan moratorium izin pembangunan di kawasan sabuk hijau lereng Gunung Arjuno.

Aksi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan dari ancaman alih fungsi lahan. Warga menilai pembangunan yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan bencana di masa depan.

Hingga aksi berakhir, massa berharap pemerintah daerah dan investor dapat mempertimbangkan dampak ekologis sebelum mengambil keputusan. “Kami hanya ingin hutan tetap lestari untuk generasi mendatang,” tegas salah satu perwakilan warga.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru