PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ancaman penyakit tulang hingga penurunan kebugaran pada lansia mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Pasuruan. Kondisi itu disorot dalam Talkshow Kesehatan yang digelar RSUD Bangil bersama Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta TP PKK Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan itu tak sekadar seremoni kesehatan. Sejak pagi, ratusan lansia tampak aktif mengikuti senam bersama, lin tien kung, hingga pembacaan puisi sebagai bentuk menjaga kesehatan fisik dan mental di usia lanjut.
Plt Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan persoalan kesehatan lansia kini menjadi tantangan nyata karena banyak warga lanjut usia mulai rentan terhadap penyakit kronis.
“Kalau ditanya kegiatan untuk lansia ya cukup banyak. Ada senam rutin komala seminggu sekali ditambah beberapa pegawai. Kami memotivasi lansia agar rajin berolahraga secara rutin,” katanya.
Menurutnya, RSUD Bangil juga memperkuat layanan prioritas bagi pasien lanjut usia, terutama di layanan poli dan pemeriksaan rutin agar lansia tidak terlalu lama mengantre.
“Pasien lansia menjadi prioritas untuk mendapatkan pelayanan lebih dulu dibanding pasien lainnya, kecuali kondisi kegawatdaruratan,” imbuhnya.
Talkshow kesehatan tersebut juga menghadirkan edukasi tentang kesehatan tulang dan osteoporosis. Materi itu dinilai penting karena banyak lansia baru menyadari penurunan kesehatan tulang setelah mengalami gangguan serius.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo menegaskan kegiatan itu dirancang sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kualitas hidup lansia.
“Ada senam untuk menjaga kebugaran. Ada juga edukasi kesehatan tulang dan osteoporosis agar lansia semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi persoalan kesehatan lansia yang terus meningkat setiap tahun.
“Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita rawat. Sebab urusan lansia bukan hanya urusan kesehatan, keluarga dan pemerintah, namun menjadi urusan bersama,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar