MATARAM, RadarBangsa.co.id – Tim Public Safety Center (PSC) 119 Medical Emergency Mataram Service (MEMS) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memberikan sosialisasi dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar kepada seluruh pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini digelar di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan NTB, Selasa (14/7).
Pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan peserta menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang bisa terjadi kapan saja. RSUD H. Moh. Ruslan menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari edukasi kesehatan kepada berbagai instansi agar masyarakat memiliki kemampuan dasar saat menghadapi situasi darurat.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanda-tanda henti jantung, cara menghubungi layanan kegawatdaruratan, teknik Resusitasi Jantung Paru sesuai standar Bantuan Hidup Dasar, hingga penggunaan Automated External Defibrillator. Peserta juga mengikuti praktik langsung dengan manekin di bawah pendampingan instruktur dari Tim PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan kemampuan memberikan pertolongan pertama perlu dimiliki setiap orang, terutama di lingkungan kerja. Ia menilai kecepatan dan ketepatan penanganan pada menit-menit awal sangat menentukan peluang keselamatan korban.
“Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Kecepatan serta ketepatan pertolongan pada menit-menit pertama sangat menentukan peluang keselamatan korban. Melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan sebelum tenaga medis tiba di lokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi kegawatdaruratan menjadi bagian dari pelayanan promotif dan preventif yang terus dikembangkan rumah sakit melalui PSC 119 MEMS. Menurutnya, jangkauan edukasi perlu diperluas agar semakin banyak pihak memahami langkah dasar penyelamatan nyawa.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi kepada berbagai instansi, sekolah, maupun masyarakat. Semakin banyak orang yang memahami Bantuan Hidup Dasar, maka semakin besar pula peluang menyelamatkan nyawa saat terjadi kondisi kegawatdaruratan,” tambahnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan teknik penyelamatan secara langsung agar mampu memberikan pertolongan awal yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
Melalui kegiatan ini, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menegaskan komitmennya memperkuat budaya tanggap darurat di berbagai lingkungan kerja. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko kematian maupun kecacatan akibat keterlambatan penanganan kegawatdaruratan.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar