RSUD HMR Buka Kemoterapi, Akses Pasien Kanker di NTB Lebih Dekat

Senin, 29 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, saat menyampaikan kesiapan layanan kemoterapi untuk pasien kanker NTB. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, saat menyampaikan kesiapan layanan kemoterapi untuk pasien kanker NTB. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id — RSUD H. Moh. Ruslan (HMR) Kota Mataram resmi menghadirkan layanan kemoterapi untuk pasien kanker. Kehadiran layanan ini menjadi jawaban atas keluhan lama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang selama ini harus menjalani terapi lanjutan ke luar daerah, dengan konsekuensi biaya tinggi dan jarak tempuh yang tidak sedikit.

Direktur RSUD HMR, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menegaskan pembukaan layanan kemoterapi merupakan bagian dari strategi penguatan rumah sakit daerah sebagai pusat rujukan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kemoterapi bukan sekadar fasilitas tambahan. Ini layanan krusial yang menuntut kesinambungan jadwal dan pengawasan ketat. Dengan layanan yang lebih dekat, peluang keberhasilan terapi pasien kanker di NTB akan jauh lebih besar,” ujar dr. Eka, Senin (29/12).

Ia menjelaskan, layanan kemoterapi di RSUD HMR ditangani oleh tim onkologi yang telah melalui pelatihan khusus, mulai dari dokter spesialis hingga perawat. Rumah sakit juga menerapkan standar keselamatan berlapis untuk meminimalkan risiko, mengingat kemoterapi termasuk tindakan medis berisiko tinggi.

Menurut dr. Eka, kehadiran layanan ini tidak hanya memangkas jarak layanan kesehatan, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Selama ini, rujukan ke luar daerah kerap membebani pasien dan keluarga, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, hingga hilangnya waktu produktif pendamping.

“Dengan kemoterapi tersedia di Mataram, pasien bisa fokus pada proses pemulihan tanpa terbebani urusan logistik yang melelahkan,” katanya.

Selain tindakan medis, RSUD HMR juga menempatkan edukasi pasien sebagai pilar utama layanan. Banyak kasus kanker ditemukan dalam kondisi lanjut akibat keterlambatan pemeriksaan dan minimnya pemahaman masyarakat tentang gejala awal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan. Setiap keluhan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu di Poli Onkologi agar penanganan bisa tepat sejak awal,” jelas dr. Eka.

Ia menambahkan, edukasi juga mencakup pemahaman efek samping kemoterapi, kepatuhan terhadap jadwal terapi, serta pentingnya dukungan psikologis dari keluarga.

“Pengobatan kanker tidak hanya soal obat, tetapi juga kesiapan mental dan lingkungan yang mendukung,” ujarnya.

Dengan dibukanya layanan kemoterapi ini, RSUD HMR berharap masyarakat NTB semakin sadar akan pentingnya deteksi dini kanker dan memanfaatkan layanan rujukan daerah secara optimal demi meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru