PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan mengakibatkan sebuah rumah milik warga di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, roboh pada Minggu (27/7/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian belakang rumah mengalami kerusakan berat dan satu ekor kambing dilaporkan mati tertimpa reruntuhan.
Rumah yang terdampak merupakan milik Satiman (73), warga RT 002 RW 003 Dusun Karangjati. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah kawasan tersebut diterpa angin kencang sejak sore hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama robohnya rumah warga. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, hembusan angin berkekuatan cukup tinggi merusak bagian belakang bangunan hingga ambruk.
“Sejak sore terjadi angin kencang atau dalam istilah masyarakat Jawa disebut bediding. Dari laporan yang kami terima, ada satu rumah warga yang roboh akibat terpaan angin tersebut,” kata Sugeng.
Ia menjelaskan, dampak bencana tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga menyebabkan satu ekor kambing milik korban mati karena tertimbun material bangunan. Kerugian tersebut kini masih dalam pendataan oleh pemerintah desa bersama pihak terkait.
“Selain kerusakan rumah, dilaporkan ada satu ekor kambing yang mati akibat tertimbun reruntuhan bangunan,” ujarnya.
Usai kejadian, perangkat Desa Karangjatianyar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan korban. Kondisi Satiman dipastikan selamat dan tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Sugeng mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Menurutnya, angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan bencana serupa apabila warga tidak segera mengantisipasi kondisi lingkungan dan bangunan yang rawan terdampak.
“Angin kencang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada lagi korban maupun kerugian akibat cuaca ekstrem,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar