Rumah Lansia di Pasuruan Ambruk Diterjang Angin Kencang

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah milik Satiman di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan roboh diterjang angin kencang, Minggu (27/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Rumah milik Satiman di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan roboh diterjang angin kencang, Minggu (27/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan mengakibatkan sebuah rumah milik warga di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, roboh pada Minggu (27/7/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian belakang rumah mengalami kerusakan berat dan satu ekor kambing dilaporkan mati tertimpa reruntuhan.

Rumah yang terdampak merupakan milik Satiman (73), warga RT 002 RW 003 Dusun Karangjati. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah kawasan tersebut diterpa angin kencang sejak sore hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama robohnya rumah warga. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, hembusan angin berkekuatan cukup tinggi merusak bagian belakang bangunan hingga ambruk.

“Sejak sore terjadi angin kencang atau dalam istilah masyarakat Jawa disebut bediding. Dari laporan yang kami terima, ada satu rumah warga yang roboh akibat terpaan angin tersebut,” kata Sugeng.

Ia menjelaskan, dampak bencana tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga menyebabkan satu ekor kambing milik korban mati karena tertimbun material bangunan. Kerugian tersebut kini masih dalam pendataan oleh pemerintah desa bersama pihak terkait.

“Selain kerusakan rumah, dilaporkan ada satu ekor kambing yang mati akibat tertimbun reruntuhan bangunan,” ujarnya.

Usai kejadian, perangkat Desa Karangjatianyar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan korban. Kondisi Satiman dipastikan selamat dan tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Sugeng mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Menurutnya, angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan bencana serupa apabila warga tidak segera mengantisipasi kondisi lingkungan dan bangunan yang rawan terdampak.

“Angin kencang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada lagi korban maupun kerugian akibat cuaca ekstrem,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:21

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya

Berita Terbaru