Samuel Wattimena Kritik Busana Denok Kenang 2026, Budaya Semarang Dinilai Memudar

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena saat menghadiri Grand Final Denok Kenang Semarang 2026 di Balai Kota Semarang, Minggu, 24 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena saat menghadiri Grand Final Denok Kenang Semarang 2026 di Balai Kota Semarang, Minggu, 24 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Ajang Grand Final Denok dan Kenang Semarang 2026 mendadak jadi sorotan setelah Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengkritisi kuatnya representasi budaya dalam penampilan para finalis.

Dalam malam grand final yang digelar di Balai Kota Semarang, Minggu (24/5/2026), Samuel menilai kostum yang dikenakan peserta belum sepenuhnya mencerminkan identitas khas Kota Semarang sebagai kota budaya dan wisata.

“Kalau membuat Denok dan Kenang, tampilan pakaian yang dipakai harus menjadi representasi Kota Semarang,” kata Samuel.

Desainer senior yang hadir sebagai juri kehormatan itu menegaskan budaya tidak hanya soal pertunjukan seni, tetapi juga menyangkut etika, karakter, hingga gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Sorotan tajam diarahkan pada penggunaan legging hitam yang dipadukan dengan kain sebatas lutut dan kebaya modern. Menurut Samuel, pilihan tersebut justru mengurangi kekuatan identitas lokal yang seharusnya menjadi ruh utama ajang duta wisata daerah.

“Kebudayaan bukan hanya soal seni, tetapi juga etika dan gaya hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Samuel juga menyinggung minimnya unsur lokal pada detail penampilan peserta, mulai penggunaan kain tradisional, sanggul atau konde, gaya rambut, hingga aksesori pendukung. Bahkan, ia menyayangkan banyak finalis belum mampu menjelaskan filosofi busana yang dikenakan di atas panggung.

Alasan panitia yang menyebut kostum dipilih demi memudahkan koreografi tari dinilai belum cukup kuat. Ia menilai representasi budaya tidak boleh dikorbankan hanya demi kebutuhan teknis pertunjukan.

Meski demikian, Samuel tetap mengapresiasi kemampuan para finalis dalam mempromosikan potensi wisata Kota Semarang. Menurutnya, peserta sudah cukup baik menjelaskan destinasi sejarah, transportasi, hingga daya tarik Kota Lama Semarang.

“Denok Kenang tahun-tahun sebelumnya justru lebih kuat dalam menunjukkan karakter budaya Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan tema Denok Kenang 2026 mengusung semangat “Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata”. Ia menyebut budaya menjadi fondasi penting dalam membangun identitas sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Budaya menjaga Kota Lama, budaya melestarikan kuliner khas, budaya menerima tamu, serta budaya hidup harmonis menjadi napas Kota Semarang sehari-hari,” kata Agustina.

Dalam ajang tersebut, Bima Surya Wardana terpilih sebagai Juara 1 Kenang Semarang 2026, sedangkan Farah Azra Bramantya meraih gelar Juara 1 Denok Semarang 2026. “Kritik Samuel pun menjadi pengingat bahwa promosi wisata tidak cukup hanya tampil modern, tetapi juga harus menjaga akar budaya daerah agar tidak kehilangan identitasnya, “pungkasnya.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru