Sapi Kurban Mengamuk di Lamongan, Tendang Warga hingga Terpental

- Redaksi

Sabtu, 7 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Idul Adha di Dusun Jetis, Desa Duduklor, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, mendadak mencekam saat seekor sapi kurban mengamuk  | RadarBangsa/Ist

Suasana Idul Adha di Dusun Jetis, Desa Duduklor, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, mendadak mencekam saat seekor sapi kurban mengamuk | RadarBangsa/Ist

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Suasana Idul Adha di Dusun Jetis, Desa Duduklor, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, mendadak mencekam saat seekor sapi kurban mengamuk dan menendang seorang warga hingga terpental.

Dalam rekaman video amatir yang viral di media sosial, tampak jelas seekor sapi jenis Ongol memberontak hebat. Diduga, hewan tersebut mengalami stres saat hendak disembelih.

Tali tambang pengikatnya putus, dan dalam hitungan detik, sapi itu melayangkan tendangan keras ke arah seorang warga yang berdiri di dekatnya. Warga tersebut terpental cukup jauh akibat tendangan tersebut.

Kepala Desa Duduklor, Edi Purnomo, membenarkan insiden yang terjadi pada Jumat pagi (6/6/2025) sekitar pukul 09.00 WIB itu. Saat kejadian, warga tengah bersiap menyembelih sapi kurban di area sekitar masjid setempat.

“Benar, sapi kurban jenis Ongol tiba-tiba memberontak, hingga tali tambangnya putus dan sempat menendang warga,” ujar Edi kepada wartawan.

Setelah menendang warga, sapi tersebut melarikan diri ke area persawahan. Warga yang mengejar akhirnya berhasil menangkap hewan tersebut dalam kondisi lelah.

Karena sudah tidak memungkinkan untuk dibawa kembali ke masjid, penyembelihan terpaksa dilakukan di lokasi penangkapan, yakni di tengah sawah.

“Kami tidak punya pilihan lain. Sapi sudah kelelahan dan sulit dibawa jauh, jadi penyembelihan langsung dilakukan di sawah,” tambah Edi.

Tidak ada korban luka serius dalam peristiwa ini, namun pihak desa mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menangani hewan kurban, terutama yang menunjukkan tanda-tanda stres atau gelisah.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional
Pemkab Jember Rekrut 31 Petugas Survei PBB, Ribuan Data Pajak Bermasalah Mulai Diburu
Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja
Lamongan Genjot Modernisasi Pertanian, 3 Poktan Terima Combine Harvester untuk Percepat Panen
Bupati Lamongan Turunkan Mesin Panen Modern, Target Produksi Padi dan Luas Tanam Digenjot
DPRD Sampang Bongkar Evaluasi Kinerja Pemkab, LKPj Bupati 2025 Disorot demi Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:13 WIB

230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:43 WIB

Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:20 WIB

Pemkab Jember Rekrut 31 Petugas Survei PBB, Ribuan Data Pajak Bermasalah Mulai Diburu

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:22 WIB

Lulusan Magang Kini Dapat Sertifikat Gratis, Menaker Sebut Jadi Senjata Baru Cari Kerja

Berita Terbaru