Semarang Luncurkan Layanan Satu Atap TBC, Target Eliminasi Lebih Cepat dari Nasional

Minggu, 7 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap TBC di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap TBC di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Kementerian Kesehatan RI resmi meluncurkan Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap atau One Stop Service (OSS) Tuberkulosis di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9/2025).

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat eliminasi TBC, dengan target Indonesia bebas TBC pada 2030. Namun, Kota Semarang menargetkan capaian lebih cepat, yakni pada 2028.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan TBC masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menurut data terbaru, jumlah kasus TBC di Kota Semarang mencapai 3.698 kasus.

“Melalui studi pra-pilot ini, kami bertekad memperkuat layanan kesehatan primer agar warga dapat terdeteksi lebih dini, mendapatkan pengobatan lebih cepat, dan memutus rantai penularan,” ujarnya.

Pelaksanaan studi pra-pilot berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2025 di dua kota, Semarang dan Bogor. Di Semarang, program dijalankan di tiga Puskesmas: Bangetayu, Ngaliyan, dan Gunungpati, dengan target melibatkan 10.000 peserta Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus).

Layanan ini menawarkan dua inovasi utama. Pertama, Tes Cepat Molekuler menggunakan usap dahak atau lidah dengan hasil pemeriksaan dalam hitungan menit. Kedua, rontgen pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu membaca foto toraks secara otomatis untuk mendeteksi kelainan paru.

Semua layanan diberikan gratis dan tersedia di satu lokasi tanpa perlu rujukan tambahan.

“Inilah layanan kesehatan modern, cepat, mudah, dan gratis. Cukup sekali datang ke Puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan lengkap tanpa harus berpindah tempat. Saat ini baru tersedia di tiga Puskesmas, dan mudah-mudahan ke depan bisa diperluas,” jelas Agustina.

Antusiasme warga terlihat dari respons positif. Seorang kader PKK dari Kelurahan Bangetayu Wetan mengaku sangat terbantu dengan hadirnya program ini.

“Harapan kami kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Joko (50), warga setempat, juga menyampaikan apresiasi.

“Kami senang karena pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, tapi juga benar-benar hadir di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan pemerintah dan warga,” katanya.

Selain menghadirkan OSS TBC, Pemkot Semarang juga sedang memfinalisasi pembangunan layanan rawat inap di Puskesmas Bangetayu untuk memperkuat akses kesehatan primer.

Agustina berharap studi ini dapat menjadi model penanggulangan TBC bagi daerah lain.

“Kami ingin Semarang menjadi contoh kota yang tangguh dalam penanggulangan TBC. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, serta mitra internasional, kami optimis eliminasi TBC pada 2028 bisa terwujud,” tegasnya.

Studi pra-pilot ini tidak hanya menilai efektivitas alat diagnostik, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan, logistik, integrasi data, hingga efisiensi biaya.

“Semarang siap menjadi bagian dari sejarah besar Indonesia menuju bebas TBC,” pungkas Agustina.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Berita Terbaru