SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital Fluence.id sekaligus memperkuat skill komunikasi untuk memperluas pasar, baik segmen Gen Z maupun ekspor ke Eropa dan Amerika.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri grand launching Fluence.id di Jatim Expo, Surabaya, Senin (16/02/2026). Menurut Lia, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar UMKM mampu bersaing di tengah perubahan pola konsumsi dan terbukanya akses perdagangan global.
Ia menjelaskan, karakter pasar generasi Z (Gen Z) sangat akrab dengan media sosial dan konten kreator. Rekomendasi berbasis digital, visual yang kuat, serta interaksi daring menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
“Pasar Gen Z sangat dekat dengan dunia digital. Platform seperti Fluence.id relevan untuk menjangkau mereka. Tapi UMKM juga harus memperkuat skill komunikasi jika ingin naik kelas,” ujarnya.
Lia menambahkan, momentum kerja sama dagang yang dibangun pemerintah pusat pada era Presiden Prabowo Subianto membuka peluang ekspor yang tidak boleh disia-siakan. Namun, kualitas produk harus dibarengi kemampuan branding, storytelling, dan negosiasi bisnis internasional.
“Produk kita banyak yang bagus. Tanpa komunikasi yang kuat dan kemasan tepat, sulit bersaing di pasar Eropa dan Amerika,” tegasnya.
Founder Fluence.id, Antok Arifanto, menjelaskan platform tersebut dirancang sebagai jembatan profesional antara UMKM dan kreator. Sistem dashboard analytics memungkinkan pelaku usaha memantau performa kampanye secara transparan.
“UMKM bisa melihat engagement, like, hingga views secara detail. Anggaran fleksibel mulai Rp1 juta, dan semua berbasis data,” jelas Antok.
Data nasional menunjukkan UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia, namun porsi ekspor masih relatif terbatas. Digitalisasi dan peningkatan kapasitas komunikasi dinilai menjadi kunci memperluas daya saing.
Lia optimistis, dengan sinergi teknologi dan penguatan kompetensi, UMKM Jawa Timur mampu merebut pasar Gen Z sekaligus menembus pasar global.
“Ini saatnya UMKM Jatim percaya diri, adaptif secara digital, dan siap bersaing di pasar dunia,” pungkasnya.
Lainnya:
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
- Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








