RadarBangsa.co.id – Penyanyi dangdut Valen DA7 memilih bersikap tenang dan santai dalam menghadapi fenomena perundungan atau bullying di media sosial yang kian marak. Sebagai figur publik dan pendatang baru di industri hiburan, Valen mengaku kerap menjadi sasaran komentar negatif di akun media sosial pribadinya.
Hal tersebut disampaikan Valen saat ditemui di sela acara Live Music Arina Coffee & Resto, Sabtu (24/1/2026). Ia menyebut, bullying di ruang digital kini menjadi persoalan serius yang bisa menimpa siapa saja, termasuk dirinya.
“Akhir-akhir ini memang sering juga dapat bully-an,” kata Valen kepada wartawan.
Meski demikian, Valen menegaskan tidak ingin larut dalam emosi atau terpancing konflik. Ia memilih menyikapi komentar negatif dengan candaan dan tidak meladeni warganet yang menurutnya tidak memiliki alasan jelas untuk menghakimi.
“Ya sudah, orang mau ngomong apa saja, aku selalu menanggapinya dengan bercanda,” ujarnya.
Valen menilai belum ada regulasi yang benar-benar efektif untuk memberi efek jera kepada pelaku bullying di media sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya penggemar hiburan, untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan dukungan.
Menurutnya, dukungan terhadap idola seharusnya dilakukan secara positif tanpa menjatuhkan pihak lain. Ia menekankan pentingnya menjaga etika berkomunikasi di ruang publik digital agar tidak melukai orang lain.
“Silakan junjung idola masing-masing, tapi tolong tidak dengan menjatuhkan orang lain,” tegasnya.
Selain itu, Valen juga menanggapi dinamika penggemar pasangan dirinya dengan Mila yang dikenal dengan sebutan MILEN. Ia memahami tidak semua orang menyukai konsep pasangan idola dan meminta warganet untuk bersikap dewasa.
“Kalau tidak suka dengan aku dan Mila, silakan di-skip saja. Tidak perlu dibanding-bandingkan dengan yang lain,” ujarnya.
Valen berharap media sosial dapat menjadi ruang yang sehat, aman, dan saling menghargai, baik bagi publik figur maupun masyarakat umum. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar warganet lebih fokus pada karya dan prestasi, bukan pada perbedaan atau konflik yang tidak perlu.
“Yang penting tetap saling menghargai dan menikmati karya tanpa saling menjatuhkan,” pungkas Valen.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar