Serius Garap Bisnis Desa, Bumdes Kandung Pasuruan Panen Telur Puyuh 2 Kwintal Sehari

Kamis, 19 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kandang budidaya burung puyuh milik Bumdes Kandung saat produksi telur, Rabu (18/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kandang budidaya burung puyuh milik Bumdes Kandung saat produksi telur, Rabu (18/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Upaya penguatan ekonomi desa berbasis peternakan terus digencarkan di wilayah Desa Kandung, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Melalui unit usaha Bumdes Berkah Bersama, budidaya burung puyuh yang dikembangkan sejak 2023 kini menunjukkan hasil produksi signifikan dan berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Kepala Desa Kandung, Adif Lutfi Mubarok, menjelaskan bahwa total populasi burung puyuh yang dikelola Bumdes mencapai 30 ribu ekor. Namun, sekitar 10 ribu ekor telah memasuki masa afkir sehingga tidak lagi produktif secara maksimal.

“Sekarang yang masih aktif sekitar 20 ribu ekor, sedangkan 10 ribu ekor lainnya sudah afkir,” ujarnya saat meninjau kandang produksi, Rabu (18/2/2026).

Dengan populasi tersebut, produksi telur puyuh mampu menembus hingga 2 kuintal per hari. Hasil produksi itu tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga telah terikat kontrak distribusi dengan pihak ritel di Jawa Timur.

“Ada ritel yang sudah tanda tangan kontrak. Pengambilan seminggu sekali, antara satu sampai satu setengah ton telur,” imbuhnya.

Menurut Adif, tingginya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kualitas bibit, manajemen pakan, hingga kebersihan kandang, baik sistem terbuka maupun tertutup yang digunakan di lokasi budidaya.

Ia menilai ternak puyuh memiliki prospek bisnis menjanjikan karena masa produksi telur relatif panjang hingga 18 bulan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki pasar stabil dengan permintaan tinggi.

“Permintaan pasar masih sangat besar. Produksi yang ada bahkan belum mencukupi kebutuhan di Pasuruan dan daerah lain,” katanya.

Dukungan pemerintah turut mempercepat pengembangan usaha tersebut. Camat Winongan, Ganis Subintang, menyebut Bumdes Kandung memperoleh bantuan Program Desa Berdaya 2025 dari DMPD Provinsi Jatim senilai Rp100 juta.

Dana itu dimanfaatkan untuk menambah populasi ternak serta penguatan sarana produksi.

“Ini bukti keseriusan desa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal hingga bisa tumbuh besar seperti sekarang,” tegasnya.

Secara lebih luas, budidaya puyuh dinilai memberi efek berganda bagi desa, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan warga, hingga optimalisasi aset desa.

“Pada akhirnya bisa menjadi Pendapatan Asli Desa dan mendukung pembangunan di desa,” pungkas Ganis.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru