Sidoarjo Tancap Gas: Otonomi Diperkuat, Pendidikan Didorong Berkelas Dunia

Sabtu, 2 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Upacara Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan arah kebijakan pembangunan yang lebih tajam: memperkuat otonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi pelayanan publik modern. Penegasan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026).

Momentum ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat. Pemkab tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi menargetkan dampak nyata berupa layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan, otonomi daerah harus diterjemahkan sebagai tanggung jawab menghadirkan pelayanan yang berkualitas, bukan sekadar kewenangan administratif dari pemerintah pusat.

“Ini bukan sekadar seremoni. Otonomi harus terasa langsung oleh masyarakat, lewat layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan,” tegasnya.

Ia menekankan, penguatan otonomi menjadi langkah strategis untuk menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan berbasis digital. Digitalisasi layanan, keterbukaan anggaran, dan reformasi birokrasi menjadi fokus utama agar pelayanan publik tidak lagi lambat dan berbelit.

Dampaknya bagi warga cukup signifikan. Jika berjalan optimal, masyarakat akan merasakan kemudahan akses layanan administrasi, percepatan perizinan, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Subandi juga mengungkap capaian kinerja Pemkab Sidoarjo yang menempati peringkat kedua nasional dari 415 kabupaten dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Capaian ini dinilai sebagai indikator bahwa reformasi birokrasi mulai menunjukkan hasil.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Perkembangan teknologi, tuntutan transparansi, dan ekspektasi pelayanan serba cepat menjadi tekanan yang harus dijawab dengan inovasi berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo menempatkan peningkatan mutu sebagai prioritas utama. Pendidikan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing daerah di tengah persaingan global.

“Pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing secara global,” ujar Subandi.

Masalah klasik seperti kesenjangan kualitas pendidikan, adaptasi teknologi, dan kesejahteraan guru masih menjadi perhatian. Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.

Langkah ini penting bagi masyarakat, terutama dalam memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Dengan sistem pendidikan yang lebih adaptif, peluang generasi muda untuk bersaing di dunia kerja akan semakin terbuka.

Kebijakan ini juga selaras dengan agenda nasional yang mendorong digitalisasi layanan publik dan transformasi pendidikan. Pemkab Sidoarjo mulai mengintegrasikan teknologi dalam berbagai sektor untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan efisiensi.

Sebagai bentuk hasil nyata, sejumlah prestasi pendidikan berhasil diraih siswa dan guru Sidoarjo di tingkat nasional hingga internasional. Mulai dari penghargaan Adiwiyata Mandiri, medali Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, hingga juara internasional di Amerika Serikat dan Filipina.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa arah kebijakan yang diambil mulai menunjukkan dampak positif.

“Ke depan, kita ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Subandi.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru