Siraman Gong Kyai Pradah, Blitar Teguhkan Komitmen Merawat Warisan Budaya

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Blitar H. Rijanto memimpin prosesi Siraman Gong Kyai Pradah di Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kamis (27/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Blitar H. Rijanto memimpin prosesi Siraman Gong Kyai Pradah di Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kamis (27/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BLITAR, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Blitar kembali menggelar Siraman Gong Kyai Pradah di Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kamis (27/8/2026). Ritual tahunan ini menjadi momentum untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Blitar.

Prosesi adat tersebut dipimpin langsung Bupati Blitar H. Rijanto didampingi Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, mulai dari pimpinan DPRD Kabupaten Blitar, Forkopimda, jajaran OPD, tokoh masyarakat hingga tokoh agama.

Siraman Gong Kyai Pradah tidak sekadar menjadi prosesi pembersihan benda pusaka. Tradisi yang sarat nilai historis, spiritual, dan kearifan lokal itu juga menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus sarana menjaga warisan budaya agar tetap dikenal lintas generasi.

Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Lodoyo untuk menyaksikan prosesi yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan budaya di Blitar. Kehadiran warga dari berbagai latar belakang memperlihatkan kuatnya ikatan sosial yang tumbuh di sekitar tradisi tersebut.

Bagi Pemerintah Kabupaten Blitar, keberlanjutan Siraman Gong Kyai Pradah memiliki arti penting dalam menjaga identitas lokal. Tradisi ini juga dinilai menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dan budi pekerti kepada generasi muda di tengah perubahan zaman.

Pelestarian tersebut, menurut pemerintah daerah, tidak bisa hanya mengandalkan pelaku adat. Keterlibatan institusi pendidikan, tokoh agama, masyarakat, dan generasi muda dinilai diperlukan agar warisan budaya tetap hidup dan tidak terputus antar generasi.

Bupati Blitar H. Rijanto menegaskan bahwa menjaga tradisi dan budaya daerah merupakan tanggung jawab bersama.

“Pelestarian tradisi dan budaya daerah adalah tanggung jawab bersama. Keberadaan Gong Kyai Pradah sebagai salah satu pusaka bernilai sejarah tinggi diharapkan tetap terjaga dengan baik serta diwariskan penuh kebanggaan kepada generasi mendatang,” ujar H. Rijanto.

Antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan Siraman Gong Kyai Pradah tahun ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Blitar.

Melalui pelestarian ritual tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berupaya memastikan Gong Kyai Pradah dan nilai budaya yang menyertainya tetap terjaga sebagai bagian dari warisan daerah bagi generasi berikutnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru