SK Turun, PPPK Banyuwangi Langsung Tanam Harapan

Minggu, 28 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PPPK Paruh Waktu Banyuwangi mengumpulkan ribuan bibit pohon sebagai bentuk syukur dan dukungan reboisasi daerah. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

PPPK Paruh Waktu Banyuwangi mengumpulkan ribuan bibit pohon sebagai bentuk syukur dan dukungan reboisasi daerah. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Banyuwangi mengekspresikan rasa syukur atas pengangkatan mereka dengan cara berbeda. Usai menerima Surat Keputusan (SK) dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (28/12/2025), para PPPK bersepakat menyumbangkan bibit pohon untuk mendukung program reboisasi daerah.

Inisiatif ini digagas secara mandiri oleh para PPPK sebagai bentuk kontribusi awal mereka kepada masyarakat dan lingkungan. Setiap PPPK paruh waktu menyumbangkan satu bibit pohon buah berbatang keras, seperti alpukat, durian, dan manggis. Dari gerakan tersebut, terkumpul total 4.888 bibit pohon yang akan digunakan untuk penghijauan lahan kritis.

“Ini bukan hanya ungkapan syukur, tetapi juga wujud komitmen kami untuk ikut menjaga Banyuwangi tetap hijau dan lestari,” ujar Lidya, salah satu PPPK paruh waktu penerima SK.

Bibit pohon dikumpulkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi hingga 15 Januari 2026. Pemilihan tanaman buah dinilai strategis karena berfungsi ganda, menjaga ekosistem sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat di masa depan.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, gerakan donasi bibit dari PPPK paruh waktu sejalan dengan upaya Pemkab Banyuwangi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Konservasi harus dilakukan bersama. Donasi bibit ini akan memperkuat program penghijauan, sekaligus memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda menambahkan, bibit hasil donasi akan difokuskan untuk reboisasi kawasan hulu dan lahan kritis. “Penanaman bisa dimulai Januari 2026. Prioritas awal di Songgon, Kalibaru, dan Glenmore, namun kecamatan lain tetap mendapat alokasi,” ujarnya.

Gerakan ini menegaskan bahwa pengangkatan PPPK tidak hanya berdampak pada birokrasi, tetapi juga membawa energi baru bagi agenda keberlanjutan di Banyuwangi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Berita Terbaru