SMSI dan AI Dinilai Bisa Buka Akses Modal hingga Pasar bagi Desa

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, Ph.D., saat menyampaikan sambutan dalam Dialog Nasional usai pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, Ph.D., saat menyampaikan sambutan dalam Dialog Nasional usai pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Media dan kecerdasan buatan (AI) dinilai memiliki peran strategis dalam membuka akses modal, pasar, teknologi, dan informasi bagi masyarakat desa. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) didorong tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga ikut membangun ekosistem ekonomi desa.

Hal itu disampaikan Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, Ph.D., dalam Dialog Nasional usai Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Acara tersebut dihadiri Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, serta Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

Dialog menghadirkan Ahmad Riyadh selaku Ketua Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur dan Yosep Kardinal, pakar perbankan. Diskusi dimoderatori Prof. Dr. Taufikur Rohman.

Riyadh mengatakan keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup diukur dari besarnya investasi yang masuk atau jumlah tenaga kerja yang terserap. Ukuran yang lebih penting adalah dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di desa.

“Keberhasilan di bidang ekonomi bukan hanya berapa besar investasi yang masuk, berapa tenaga kerja, dan berapa orang yang bekerja. Yang harus dilihat adalah berapa banyak lapangan pekerjaan dan ekonomi yang tumbuh serta sejauh mana kesejahteraan masyarakat desa meningkat,” jelas Riyadh.

Menurut dia, desa memiliki potensi ekonomi besar yang dapat dikembangkan melalui pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai potensi lokal.

Karena itu, desa tidak seharusnya hanya menjadi pasar bagi produk dari luar. Masyarakat desa perlu didorong menjadi pelaku sekaligus pemimpin dalam ekosistem ekonomi.

“Desa bukan hanya sekadar pasar. Desa harus menjadi penggerak dan pemimpin ekonomi dengan membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan modal, informasi, teknologi, pasar, dan masyarakat,” katanya.

Riyadh menilai persoalan ekonomi desa juga tidak bisa diselesaikan hanya dengan tambahan modal. Akses pasar, teknologi, informasi, dan kepercayaan menjadi bagian penting yang harus tersedia secara bersamaan.

“Dari dulu kita selalu mengatakan desa kurang modal. Bukan hanya modal yang diperlukan. Selain modal itu ada pasar, teknologi, informasi, dan kepercayaan. Yang bisa mempertemukan semua elemen itu adalah media. Karena itu, pembentukan Pokja News Room Jaga Desa oleh SMSI ini sangat penting,” jelasnya.

Menurut Riyadh, media dapat membantu memperkenalkan potensi desa dari proses produksi hingga mempertemukannya dengan pasar yang lebih luas.

“Bagaimana modal, pasar, teknologi, informasi, dan kepercayaan bisa diperoleh? Yang mempertaruhkan itu adalah media. Media memiliki kemampuan untuk memperkenalkan semuanya, mulai produksi sampai ke pasar,” tuturnya.

Riyadh juga mendorong media melakukan transformasi bisnis seiring perubahan pasar dan pola kerja di era digital. Media, menurut dia, tidak cukup hanya berorientasi sebagai perusahaan pemberitaan.

“Jangan hanya berpikir bagaimana membuat berita. Media harus berpikir tentang ekonomi, termasuk bagaimana berita mengenai ekonomi bisa memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan informasi dan aktivitas ekonomi memiliki hubungan yang saling berkaitan. Informasi yang baik dapat mendorong transaksi, sementara transaksi berpotensi menghasilkan pendapatan, membuka lapangan pekerjaan, membangun kepercayaan, hingga meningkatkan kesejahteraan.

Karena itu, media tidak hanya dituntut menyajikan informasi yang benar, tetapi juga membangun ekosistem informasi yang dapat mendukung perkembangan potensi desa.

“Berita itu penting, tetapi bagaimana mengelola informasi, transformasi, transparansi, potensi desa, UMKM, investasi, dan mengikuti kebutuhan masyarakat juga penting,” katanya.
Dalam perkembangan teknologi digital, Riyadh mengingatkan media agar tidak menutup diri terhadap penggunaan artificial intelligence (AI).

Menurut dia, AI dapat membantu berbagai pekerjaan jurnalistik dan produksi konten, mulai dari penulisan berita hingga pembuatan video. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan kendali dan tanggung jawab manusia.

“Jangan menutup diri terhadap AI karena teknologi itu sudah membantu manusia. AI bisa membantu membuat berita, tulisan, video, dan berbagai macam konten. Tetapi tetap ingat, AI hanya membantu. Kebenarannya tetap menjadi tanggung jawab manusia yang menggunakan AI,” tegas Riyadh, yang juga menjabat Exco PSSI.

Ia menekankan setiap informasi yang dibuat dengan bantuan AI tetap harus diperiksa dan dilengkapi untuk memastikan kebenaran serta memenuhi prinsip keadilan.
Selain akses informasi dan teknologi, Riyadh menilai kepastian hukum menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem investasi dan ekonomi desa.

Investor, kata dia, membutuhkan kepastian hukum. Bersamaan dengan itu, keterbukaan informasi serta konektivitas data dan teknologi perlu dibangun secara transparan.

“Investor harus memiliki kepastian hukum. Kemudian harus ada keterbukaan informasi, serta data dan teknologi yang terkoneksi,” katanya.

Dalam ekosistem tersebut, AI dapat membantu menyediakan akses terhadap berbagai model dan teknologi, sementara media startup dapat berperan menyediakan informasi dan konektivitas.

Data mengenai potensi desa juga dapat dikembangkan menjadi konten yang memperkenalkan produk, sumber daya, dan pelaku ekonomi di desa kepada pasar yang lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat desa diharapkan tidak berhenti sebagai konsumen. Desa didorong menjadi pemain utama dalam aktivitas ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi juga dapat tumbuh dari tingkat desa.

“Kalau desa menjadi pemain, akhirnya masyarakat menjadi sejahtera. Kekuatan ekonomi juga akan tumbuh dari desa,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru