SMSI Mataram Tegaskan Media Lokal Harus Kuat dengan Identitas Sendiri

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua SMSI Kota Mataram Sofiana Mufidah (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua SMSI Kota Mataram Sofiana Mufidah (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Di tengah arus deras informasi digital dan dominasi media nasional, media lokal dihadapkan pada tantangan serius untuk tetap relevan dan dipercaya publik. Persoalan yang dihadapi tidak lagi sebatas persaingan pembaca, tetapi juga soal keberlanjutan identitas dan kualitas jurnalistik di era serba cepat.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Mataram, Sofiana Mufidah, menegaskan bahwa media lokal tidak cukup hanya bertahan secara administratif. Menurutnya, media lokal justru harus memperkuat posisi dengan karakter dan sudut pandang khas daerahnya masing-masing.

“Persaingan dengan media nasional bukan soal siapa yang paling besar. Media lokal punya kekuatan sendiri yang tidak dimiliki media besar,” kata Sofiana.

Ia menjelaskan, kekuatan utama media lokal terletak pada kedekatannya dengan realitas masyarakat. Isu warga, kebijakan pemerintah daerah, dinamika sosial, hingga kearifan budaya lokal merupakan ruang yang tidak bisa digantikan oleh media berskala nasional.

Sofiana mengingatkan, media lokal akan kehilangan pembeda jika hanya mengejar isu viral nasional tanpa konteks daerah. “Kalau media lokal hanya meniru media nasional, lama-lama akan kehilangan identitasnya sendiri,” ujarnya.

Dalam praktik jurnalistik, ia menekankan bahwa media lokal tidak harus selalu menjadi yang tercepat. Akurasi, kedalaman konteks, dan keberpihakan pada kepentingan publik dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar kejar tayang.

Selain konten, pengelolaan internal media juga menjadi sorotan. Sofiana menilai banyak media lokal masih dikelola secara seadanya. Padahal, profesionalisme redaksi, pembagian kerja yang jelas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kepatuhan pada kode etik jurnalistik merupakan fondasi kepercayaan publik.

“Bertahan itu bukan hanya soal tetap terbit. Yang jauh lebih penting adalah menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Menghadapi ekosistem digital, media lokal didorong untuk adaptif memanfaatkan teknologi dan media sosial. Namun, ia mengingatkan agar media tidak terjebak pada praktik jurnalistik instan demi mengejar klik dan trafik semata.

“Mengejar algoritma tanpa verifikasi justru bisa merusak kredibilitas. Media lokal harus memanfaatkan algoritma, bukan dikendalikan olehnya,” kata Sofiana.

Dari sisi ekonomi, ia mendorong media lokal mencari model bisnis yang sehat dan beragam agar tidak bergantung pada satu sumber pendapatan yang berpotensi mengganggu independensi redaksi. Kerja sama dan solidaritas antar-media lokal juga dinilai penting di tengah persaingan ketat.

“Media lokal harus saling menguatkan, bukan saling mematikan,” ujarnya.

Di tengah tekanan ekonomi dan digitalisasi, Sofiana menegaskan bahwa fungsi utama pers tetap sebagai penjaga kepentingan publik. Media lokal, menurutnya, harus berani mengawal kebijakan daerah dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Kalau media lokal kehilangan keberanian dan nurani, maka yang tersisa hanya nama, bukan pers,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
RDP DPD RI–BPKH Bahas Masa Depan Investasi Dana Haji
Talenta Digital Nasional Dimulai dari Sekolah, Khofifah Tegaskan Peran Guru
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama: Transparansi Birokrasi Dimulai dari Belanja Digital
Senator DPD RI Lia Istifhama Puji Kreativitas Gen-Z Rumah Desa Hebat di Sampang
Khofifah: Stabilitas Daerah Jadi Kunci Lonjakan Investasi Jatim
Khofifah, Menag Nasaruddin Umar, dan Men PPA Arifah Bersama Ribuan Muslimat NU Gaungkan Masjid sebagai Pusat Gerakan Umat di Istiqlal
Prestasi Desa Menguat, Kabupaten Malang Raih Empat Penghargaan di Hari Desa Nasional
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:50 WIB

RDP DPD RI–BPKH Bahas Masa Depan Investasi Dana Haji

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:59 WIB

Talenta Digital Nasional Dimulai dari Sekolah, Khofifah Tegaskan Peran Guru

Senin, 19 Januari 2026 - 11:05 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama: Transparansi Birokrasi Dimulai dari Belanja Digital

Senin, 19 Januari 2026 - 10:58 WIB

Senator DPD RI Lia Istifhama Puji Kreativitas Gen-Z Rumah Desa Hebat di Sampang

Berita Terbaru

Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto memimpin Forum Konsultasi Publik Pelayanan Publik 2026 di Aula Tunggal Panaluan, Rabu (21/1/2026). Foto Dok Ho/Ded-RadarBangsa.co.id

Politik - Pemerintahan

Polres Bengkayang Serap Aspirasi Publik Lewat Forum Konsultasi 2026

Rabu, 21 Jan 2026 - 20:18 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Pasuruan meresmikan kawasan terpadu Bendomungal, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Zaki /RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Bendomungal Bangil Pasuruan Berubah Wajah, Khofifah Resmikan Kawasan Terintegrasi

Rabu, 21 Jan 2026 - 20:08 WIB