SOIna dan OJK Mengajak Penyandang Disabilitas Jateng Melek Finansial, Waspadai Pinjol Ilegal

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL, RadarBangsa.co.id – Special Olympics Indonesia (SOIna) bareng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya cara unik dorong literasi keuangan yang lebih inklusif. 

Lewat acara bertajuk “Bebas Finansial, Disabilitas Berdaya”, mereka mengajak ratusan penyandang disabilitas se-Jawa Tengah belajar cara mengelola uang dan menghindari jebakan pinjaman online.

Kegiatan di Pendopo Bahurekso Kendal, Kamis (18/9/2025).

Ketua SOIna Kendal, Muhammad Iqbal Adila, melalui Pengurus Harian Nattaya Kenenza, menegaskan pentingnya akses keuangan yang setara untuk penyandang disabilitas.

Kemandirian ekonomi jadi kunci agar kelompok difabel bisa lebih berdaya dan merencanakan masa depan.

“Kami ingin teman-teman disabilitas bisa paham cara mengelola keuangan, bahkan menciptakan produk,”ujar Nattaya.

“Keterampilan yang bisa dijual. Dengan literasi keuangan, mereka akan lebih mudah merancang masa depan yang lebih baik,” lanjut Nattaya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hanya sekitar 22 persen penyandang disabilitas di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan.

OJK pun meluncurkan program “Tuntas” untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menegaskan komitmen OJK memastikan akses keuangan yang adil bagi semua lapisan masyarakat.

Pihainya, mengapresiasi kolaborasi Bank Jateng dalam mendukung edukasi keuangan ini.

“OJK berkomitmen penuh agar layanan keuangan bisa diakses siapa saja, termasuk penyandang disabilitas. Menabung, menggunakan ATM, dan transaksi digital penting untuk mempersiapkan masa depan,” kata Hidayat.

Tak cuma itu, Hidayat mengingatkan peserta, waspada pinjaman online ilegal kerap menjerat masyarakat. “Pastikan setiap pinjaman atau investasi sudah terdaftar di OJK. Jangan mudah tergiur tawaran yang mencurigakan,” pesannya.

Lewat kegiatan ini, SOIna dan OJK berharap penyandang disabilitas bisa makin percaya diri mengelola uang, dan mengembangkan usaha, serta memutus ketergantungan finansial.

Dengan begitu inklusi keuangan di Jawa Tengah bisa terwujud, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Kemnaker-Kemenekraf Siapkan Talenta Kreatif, Peluang Kerja Baru Dibuka
Kemnaker Gandeng IJTI, Jurnalis Kampus Disiapkan Hadapi Era AI
Jatim Ungguli Nasional dalam Tekan Pengangguran, Khofifah Raih Penghargaan dan Bonus Rp3 Miliar
Pengangguran Jatim Kini 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Terbaik se-Jawa Bali
Gubernur Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Ekspor Halal Sudah Tembus USD 3,2 Miliar
Hari Lahir Pancasila, Pemkot Lubuk Linggau Dorong UMKM dan Persatuan
65 Kepala Sekolah Baru Dilantik, Khofifah Titip Misi Cetak Generasi Pintar dan Berintegritas
Produksi Padi Jatim Tertinggi Se-Indonesia, Tembus 7,71 Juta Ton di Tengah Ancaman Iklim Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:16 WIB

Kemnaker-Kemenekraf Siapkan Talenta Kreatif, Peluang Kerja Baru Dibuka

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:11 WIB

Kemnaker Gandeng IJTI, Jurnalis Kampus Disiapkan Hadapi Era AI

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ungguli Nasional dalam Tekan Pengangguran, Khofifah Raih Penghargaan dan Bonus Rp3 Miliar

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:28 WIB

Pengangguran Jatim Kini 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Terbaik se-Jawa Bali

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Ekspor Halal Sudah Tembus USD 3,2 Miliar

Berita Terbaru