Sub Jersey: Dari Baju Gowes Lokal Surabaya yang Mendunia

Kamis, 8 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Berawal dari keisengan komunitas gowes di Surabaya pada 2016, Sub Jersey kini menjelma menjadi salah satu brand sport apparel lokal yang paling diperhitungkan di Indonesia. Tidak hanya kuat di pasar domestik, Sub Jersey juga berhasil menembus pasar premium internasional seperti Jepang dan Korea Selatan, dua negara dengan standar kualitas produk olahraga yang dikenal ketat.

CEO Sub Jersey, Bagus Ramadani, mengatakan bisnis yang ia rintis lahir dari kegelisahan sederhana di lingkaran komunitasnya. Saat itu, apparel sepeda identik dengan produk impor berharga tinggi, sehingga hanya menjangkau kalangan tertentu. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat bersepeda sebagai gaya hidup sehat yang seharusnya bisa diakses semua lapisan masyarakat.

“Kalau dilihat dari piramida pasar, yang bisa menikmati apparel sepeda hanya ada di puncak, dan jumlahnya pasti kecil. Visi kami justru ingin menghadirkan produk yang bisa dipakai dari kalangan bawah, menengah, sampai atas,” ujar Bagus dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal di kanal YouTube JNE_ID.

Konsep awal Sub Jersey terbilang sederhana dan dekat dengan kultur komunitas. Salah satu produk ikoniknya diberi nama 05AM, merujuk pada kebiasaan para pesepeda yang berkumpul dan memulai aktivitas sejak pukul lima pagi. Identitas tersebut kemudian berkembang menjadi ciri khas yang melekat kuat di benak konsumen.

Titik balik popularitas Sub Jersey terjadi pada 2018, ketika brand ini meluncurkan seri desain khusus Hari Kemerdekaan Indonesia. Alih-alih menggunakan motif yang umum, Sub Jersey mengangkat kekayaan budaya nusantara seperti Tongkonan dari Sulawesi dan Batik Mega Mendung Cirebon. Pendekatan ini kemudian berkembang menjadi seri archipelago yang hingga kini menjadi salah satu kekuatan utama brand.

“Responsnya luar biasa. Dari situ kami belajar bahwa konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan identitas di baliknya,” kata Bagus.

Di tengah persaingan ketat industri sport apparel, Sub Jersey mempertahankan relevansi melalui dua strategi utama: riset mendalam dan konsistensi kualitas. Setiap produk dikembangkan melalui proses panjang, mulai dari pemilihan material hingga penyesuaian desain dengan kebutuhan aktivitas olahraga tertentu. Proses ini bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Berbasis di Surabaya, pasar terbesar Sub Jersey justru datang dari Jakarta, seiring meningkatnya belanja daring sejak pandemi. Faktor kepercayaan konsumen menjadi krusial, termasuk dalam hal pengiriman. “Orang belanja pasti berharap produknya bagus dan sampai tepat waktu. Itu sebabnya kami menjaga kualitas dan memilih ekspedisi yang konsisten,” ujarnya.

Langkah menuju pasar internasional pun terjadi secara organik. Seorang pesepeda asal Korea Selatan yang membeli produk Sub Jersey di Indonesia membawa pulang jersey tersebut, yang kemudian memicu pesanan dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Jepang menyusul sebagai pasar berikutnya, karena material Sub Jersey yang dirancang untuk iklim tropis justru sangat cocok untuk cuaca dingin.

“Bahan elite kami ternyata lebih cocok dipakai di Jepang dan Korea karena suhunya lebih dingin,” kata Bagus.

Keberhasilan Sub Jersey menegaskan bahwa brand lokal dengan identitas kuat, riset serius, dan konsistensi kualitas memiliki peluang besar bersaing di pasar global.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru