Supriadi Soroti Dampak Ekologi Kawasan Industri Wiraraja Bangkalan Madura

Minggu, 16 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komunitas Wartawan Peduli Keadilan (WPK) Bangkalan Supriadi saat menyampaikan pandangan terkait rencana Kawasan Industri Wiraraja Madura, Kabupaten Bangkalan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua Komunitas Wartawan Peduli Keadilan (WPK) Bangkalan Supriadi saat menyampaikan pandangan terkait rencana Kawasan Industri Wiraraja Madura, Kabupaten Bangkalan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Rencana pembangunan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan mendapat sorotan dari Ketua Komunitas Wartawan Peduli Keadilan (WPK) Bangkalan, Supriadi, M.I.Kom. Ia mengingatkan agar pembangunan kawasan tersebut tidak mengorbankan identitas budaya dan kedaulatan ekologis masyarakat Madura.

Menurut Supriadi, pembangunan kawasan industri harus memiliki keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan. Masyarakat lokal, kata dia, tidak boleh hanya ditempatkan sebagai komoditas tenaga kerja tanpa jaminan hak dan keadilan.

“Kami menolak reduksi manusia menjadi sekadar komoditas tenaga kerja adalah langkah awal menegakkan etika pembangunan. Jika negara terus memaksakan kehendak makro-kapitalistik ini tanpa redistribusi kuasa prosedural yang tulus kepada masyarakat lokal, maka jargon ‘pemerataan ekonomi’ tak lebih dari sekadar eufemisme untuk kolonisasi ruang hidup internal domestik,” ujar Supriadi.

Ia menilai rencana Kawasan Industri Wiraraja Madura dengan skema Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok perlu dikaji secara kritis dan komprehensif. Kajian tersebut dinilai penting apabila pembangunan kawasan berpotensi menghilangkan nilai budaya sekaligus merusak ekosistem di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan.

Supriadi menegaskan pembangunan tidak semestinya hanya mengejar pertumbuhan ekonomi atau keuntungan secara personal. Menurut dia, keberlanjutan sosial, budaya, dan lingkungan hidup juga perlu menjadi perhatian untuk memastikan kepentingan generasi mendatang tetap terlindungi.

“Jangan sampai pembangunan yang katanya untuk masa depan, justru merampas masa depan generasi Madura,” tegas Supriadi.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebelumnya menyatakan Kawasan Industri Wiraraja Madura bertujuan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Madura. Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam pembahasan mengenai manfaat pembangunan kawasan industri bagi masyarakat setempat.

Supriadi meminta pemerintah memastikan rencana pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar kepentingan pembangunan tidak berujung pada kerusakan lingkungan maupun hilangnya nilai budaya masyarakat Madura.

“Meski demikian, pemerintah perlu mengkaji kembali rencana pembangunan tersebut betul-betul berdampak keuntungan masa apa hanya, jangan sampai merusak masa depan anak bangsa,” pungkasnya.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

6 Komentar

  • dulu blm ada investor datang koq nggak pernah ada sorotan dari media termasuk pengamatnya.
    sekarang baru mau dimanfaatkan banyak komentar, kemana saja media selama ini, tidur apa lelap ?

  • Sekarang pada berkomentar tuh yang katanya pengamat, tokoh masyarakat, tokoh agama, wartawan dll dengan alasan merusak budaya, lingkungan, dampak sosial, generasi muda dll.
    Apa mereka tidak tahu atau pura pura tidak tahu walupun tidak ada pembangunan kawasan industri itu semua yang dikuatirkan sudah rusak ?

  • Bentuk dewan pengawas dari komponen : Universitas, LH, Penegak Hukum, Wartawan dan Ulama, kerja penuh integritas. Masyarakat mudah mengakses informasi bebas kritis. Terutama ulamanya jgn lembek dg amplop. Sdh waktunya Madura peroleh manfaat keberadaan Jembatan Suramadu.

  • jangan hanya mencari panggung, sok peduli lingkungan dan budaya madura,, noh coba tengok marak nya narkoba dan korupsi cuma hanya diam. padahal adanya industrialisasi ini penting untuk lapangan pekerjaan, dimana angka kemiskinan di madura tinggi, harusnya berterima kasih dong ke wiraraja (CEo asli org madura) sudah membuka lapangan pekerjaan untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonomi di madura. Cinta dengan madura bukan hanya mengandalkan ke asrian madura itu sendiri, tapi dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang besar. tolong ini di dukung, bukan hanya nyinyir tapi tidak ada bukti nyata untuk kemajuan madura

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru