LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung pelaksanaan survei seismik 2D Lamongan-Tuban-Bojonegoro (Lamturo) sebagai bagian dari eksplorasi cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru. Kegiatan yang berlangsung Agustus 2026 hingga Januari 2027 tersebut diharapkan ikut menjaga keberlanjutan produksi energi nasional.
Dukungan itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka sosialisasi Survei Seismik 2D Lamturo di Command Center Pemkab Lamongan lantai 3, Kamis (3/9). Menurutnya, eksplorasi diperlukan untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki daerah.
“Eksplorasi migas menjadi harapan bagi kita semua, agar ketersediaan migas bisa memenuhi kebutuhan migas. Selain itu juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang berasal dari sumber daya yang kita miliki bisa kita eksplorasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Pemkab Lamongan menyatakan membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan eksplorasi tersebut dengan tetap mengedepankan koordinasi dan kepentingan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah juga diarahkan agar proses sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan sesuai tujuan.
“Kami Pemkab Lamongan membuka pintu seluas-luasnya dan akan support apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya sosialisasi kepada masyarakat, memberikan bantuan sehingga kegiatan bisa berjalan lancar dan tercapai sesuai dengan tujuan. Yang lebih penting adalah manfaatnya untuk kepentingan bersama, untuk masyarakat Lamongan, dan untuk kedaulatan Negara Republik Indonesia,” tegas Pak Yes.
Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Jabanusa Misbachul Munir menjelaskan, produksi minyak dan gas secara alamiah akan mengalami penurunan. Karena itu, penemuan cadangan baru menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi.
Ia menerangkan eksplorasi dimulai dengan pengumpulan data mengenai kondisi bawah permukaan. Data dari survei seismik kemudian menjadi salah satu dasar untuk menentukan tahapan eksplorasi berikutnya.
“Eksplorasi itu merupakan kegiatan fase awal. Sekuensnya dimulai dari seismik, kemudian pengolahan data, pengeboran, hingga produksi. Artinya, tahapan seismik menjadi salah satu kunci untuk menentukan tahapan berikutnya,” jelas Misbachul.
Menurut Misbachul, efektivitas dan efisiensi survei seismik akan memengaruhi proses eksplorasi selanjutnya. Metode tersebut digunakan untuk memetakan kondisi bawah permukaan melalui perekaman gelombang pantul dari lapisan batuan guna meningkatkan keyakinan terhadap potensi cadangan yang sebelumnya telah teridentifikasi.
Survei Lamturo mencakup sekitar 19 kecamatan atau 234 desa di Kabupaten Lamongan. Wilayah kegiatan juga meliputi dua kecamatan di Kabupaten Tuban dan 16 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, dengan pelaksanaan pekerjaan dilakukan PT BGP Indonesia.
Tahapan survei meliputi perizinan dan sosialisasi, topografi dan penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling dan preloading, recording, pendataan akhir, pembayaran kompensasi, hingga pembersihan atau reklamasi lintasan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, survei seismik diharapkan menghasilkan gambaran kondisi bawah permukaan bumi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi cadangan minyak dan gas bumi di wilayah Lamturo.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar